February 4, 2010 · 4 Komentar
Kita hidup dengan arloji, dan karena itu kita acap tak mampu menyimpan memori. Arloji, adalah gerak ke depan, tik-tok waktu yang tak pernah kembali. Dalam “hidup arloji”, yang ditinggalkan memang tak dilupakan, tapi diogahi.... [t.i.l.i.k]
January 20, 2010 · 6 Komentar
Siapa kita sesungguhnya, dapat dilihat dari bagaimana kita menghadapi sakit. Titiek Puspa tahu itu. Ketika kanker rahim mendera, wajah sedih tak tampak di rautnya. Dia masih gembira, banyak tertawa, dan mampu menciptakan 69 lagu. Sakit... [t.i.l.i.k]
September 12, 2008 · 23 Komentar
“BANG…,” sapa Intan, begitu kakiku melewati pintu, mau masuk ke kantor tabloid, “Ada yang mau bertemu. Tuh, nunggu di depan.” Bibirnya maju, menunjuk ke arah tamu itu. Aku mengangguk dan memberi senyum... [t.i.l.i.k]
October 15, 2008 · 10 Komentar
Galuh yang baik, Dalam genggaman budaya, identitas dan estetika yang kian catur-marut, ketika kata-kata telah kehilangan daya pesonanya, seberapa besarkah arti Chairil bagi kita. Di sini, kini dan esok, dalam problema kehidupan yang... [t.i.l.i.k]
July 28, 2009 · 14 Komentar
kubiarkan cahaya bintang memilikimu kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya gelisah tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu entah kapan kau bisa kutangkap [nokturno - sapardi... [t.i.l.i.k]
March 31, 2009 · 26 Komentar
Tentu, aku tak bercerita pada Papa. Di kafe itu, kucoba tertawa, sembari menyimpan airmata. Papa berkali-kali mengelusi rambutku, dan bertanya, mengapa tadi aku menangis. Aku... [t.i.l.i.k]