<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.6" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>:.menabalkan syahwat djiwa, memberahikan kata.:</title>
	<link>http://rumahputih.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 17:39:44 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Anang, Mata, dan Telinga Kita</title>
		<description>Anang barangkali telah bosan menjadi bagian dari berita atau gosip. Maka, di panggung ''Dahsyat'' itu, dia menciptakan berita, meletikkan gosip: mencium kening Syahrini.

Sesuatu yang biasa sebenarnya.

Juga bukan hal yang tiba-tiba.

Dalam tayangan ulang itu, kita tahu, Anang dengan lembut menarikkan kepala Syahrini. Tak ada penolakan, Syarini mengikutkan tarikan itu, dan membiarkan ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=657</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ayu Azhari dan Arloji Ingatan</title>
		<description>Kita hidup dengan arloji, dan karena itu kita acap tak mampu menyimpan memori.

Arloji, adalah gerak ke depan, tik-tok waktu yang tak pernah kembali. Dalam "hidup arloji", yang ditinggalkan memang tak dilupakan, tapi diogahi. Masa lalu masih ada, namun tak penting. Celakanya, masa lalu yang tak penting itu hidup dalam "ingatan ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=649</link>
			</item>
	<item>
		<title>Titiek Puspa dan Kupu-kupu</title>
		<description>Siapa kita sesungguhnya, dapat dilihat dari bagaimana kita menghadapi sakit. Titiek Puspa tahu itu.

Ketika kanker rahim mendera, wajah sedih tak tampak di rautnya. Dia masih gembira, banyak tertawa, dan mampu menciptakan 69 lagu. Sakit seperti energi. Sakit, bagi nenek yang awet muda itu, barangkali semacam terminal, untuk mencapai hidup yang ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=643</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dari Pemakaman Gus Dur</title>
		<description>Di pemakaman Gus Dur, saya melihat wajah-wajah yang tak akrab di kamera. Ribuan, menyemut, seperti antrian menggotong gula. Wajah-wajah, yang meski asing, tapi memiliki aura yang sama, raut kehilangan. Paras-paras yang meski terlihat tegang menanti hadirnya jenazah kecintaan mereka, tapi tetap mendaraskan doa. Mereka terhimpun oleh semangat cinta yang sama, ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=639</link>
			</item>
	<item>
		<title>PELACUR dan Luna Maya</title>
		<description>Luna Maya marah, dan pelacur dia jadikan senjata. "Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!..." tulisnya di twitter. Dan kita terperangah. Bukan. Bukan karena dia menghina infotainmen, melainkan diksi yang dia gunakan untuk mewakili umpatannya itu. Dengan pilihan kata itu, Luna bukan saja memaki infotainmen, ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=630</link>
			</item>
	<item>
		<title>Prasangka Keartisan</title>
		<description>"Jika mungkin, saya ingin mencari kekasih dari kalangan orang biasa. Artis atau anak band membuat saya takut," kata Aura Kasih.

Orang biasa. Kata itu jadi populer kini, untuk mendikotonomikan antara mereka yang aktris dan bukan. Dan tiap kali seorang aktris berkekasih "orang biasa", infotainmen pun ramai menggunjingkannya. Seakan, orang biasa itu ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=628</link>
			</item>
	<item>
		<title>Terjerat dalam Diva</title>
		<description>Krisdayanti memang seorang diva. Diva bukan saja karena performa suara dan pencapaian karier bermusik, melainkan juga gaya dan kepintarannya membawa diri, dan membahasakan perilakunya. Lihatlah.

Lihatlah di televisi. Setelah lama berdiam diri, dan hanya tampil sesekali untuk bernyanyi di "Inbox" SCTV atau "Dahsyat" RCTI, KD, demikian dia biasa dipanggil, menggelar jumpa pers setelah ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=620</link>
			</item>
	<item>
		<title>Katuranggan Miyabi</title>
		<description>Maria Ozawa memang digdaya. Dia tiada, absen, tapi "hadir", nyata. Kehadirannya bahkan lebih gempa daripada berita penanganan akibat prahara di Padang sana. Di halaman depan beberapa media, Ozawa terpampang sembari tertawa. Lanjutan berita bencana Sumatra, tersingkir. Dan begitulah, semua pun menjadi latah, memberi opini, merilis biografi atau filmografi, mendukung atau ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=616</link>
			</item>
	<item>
		<title>Yang tak Diambil Maut</title>
		<description>Benarkah kematian datang tanpa rencana, selalu tiba-tiba?

Kita bisa menjawab, tidak. Kematian selalu datang seperti tamu yang telah dijadwalkan datang. Dia mengetuk, dan kita mengizinkannya masuk. Mbah Surip misalnya, melafalkan izin itu, sebagaimana yang tayang di televisi. "Jika nanti mati, Mbah pengen dimakamkan di Bengkel Teater Rendra, di bawah pohon jengkol ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=608</link>
			</item>
	<item>
		<title>Komposisi Kau dan Aku</title>
		<description>kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu
entah kapan kau bisa kutangkap

[nokturno - sapardi djoko damono]

/1/

sore yang berbeda. kau datang ke pikiranku lewat puisi-puisi sapardi, yang dinyanyikan dua-ibu: tatyana dan reda. hujan di luar. dingin. dan lagu "hujan bulan juni" --kenapa tidak gerimis saja-- memberi ...</description>
		<link>http://rumahputih.net/?p=595</link>
			</item>
</channel>
</rss>
