Fakta ASI, foremilk versus hindmilk mana yang lebih penting?

  • Whatsapp
baby 821625 1280
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Dokter spesialis anak di RSUD Dr Soetomo Surabaya sekaligus lulusan Universitas Airlangga, Meta Hanindita mengatakan, salah satu fakta yang sering terlewatkan para ibu menyusui mengenai foremilk dan hindmilk atau sering disebut ASI encer dan kental. Mana antara keduanya yang lebih penting untuk bayi?

“Banyak warga saat ini berpikir ASI yang encer dibuang saja, ASI yang kental malahan bagus. Padahal ASI selalu terdiri dari dua bagian yang pertama keluar namanya foremilk, bentuknya lebih encer karena banyak mengandung laktosa yang sangat penting untuk kebutuhan otak anak,” kata dia dalam peluncuran dan bincang buku “Mommyclopedia 456 ASI dan Menyusui” secara daring, Sabtu.

Setelah foremilk keluar, bakal disusul keluarnya hindmilk yakni bagian ASI yang tinggi lemak. Bagian ASI ini juga sangat penting untuk perkembangan bayi sehingga jangan dibuang. Ini artinya, baik foremilk maupun hindmilk sama pentingnya untuk bayi.

Baca juga: Kemenkes: hampir separuh bayi di Indonesia tidak dapat ASI eksklusif

Kemudian, mengenai kuantitas kedua bagian ASI ini, Meta mengatakan ini dapat sangat subjektif. Dia menekankan pentingnya pemanfaatan data yang memerlukan konsultasi dengan dokter.

“Banyak foremilknya terlalu sedikit hindmilknya itu sangat subjektif. Makanya objektifnya data. Kalau berat badannya naiknya baik saya rasa enggak perlu ada kekhawatiran,” kata dia.

Meta mengatakan, biar produksi ASI lancar ingatlah prinsip supply and demand. Jadi, semakin sering ASI dikeluarkan, diperah maka bakal semakin sering pula ASI diproduksi. Tetapi ada beberapa hal misalnya stres yang dapat menghambat kelancaran aliran ASI. Oleh karena itu, para ibu menyusui sebaiknya mengendalikan stres mereka.

Perhatikan pola makan seimbang artinya harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral melalui makanan sehari-hari yang bervariasi.

BACA JUGA:  Kolaborasi produk perawatan dan air mineral untuk hidrasi kulit

Terkait kalori, memang kebutuhan ibu menyusui lebih tinggi ketimbang perempuan yang tidak menyusui. Bayi lazimnya membutuhkan 450-500 kilo kalori dan ini dapat dicukupi dari satu porsi makanan sehat. Artinya bila ibu setiap hari makan tiga kali maka dapat menambah satu makan menjadi empat bukannya malah enam.

Baca juga: Makan hidangan pedas saat menyusui dapat sebabkan anak diare,benarkah?

Baca juga: Angka ASI eksklusif meningkat selama pandemi COVID-19, alasannya?

Baca juga: Ibu positif COVID-19 dapat tetap menyusui secara aman

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *