Kemendikbud sediakan psikolog antisipasi perundungan online

  • Whatsapp
antarafoto akses internet di desa 070829 hpp 5
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyediakan psikolog untuk mengantisipasi perundungan online, sebagai salah satu upaya memastikan anak aman di ruang digital, terutama di tengah peningkatan adopsi internet selama pandemi.

Penyediaan psikolog tersebut merupakan bagian dari program Pembelajaran Jarak Jauh Ekstrakulikuler Kemendikbud yang telah dihadirkan beberapa waktu terus. Program tersebut berisi materi pemanfaatan teknologi digital dengan baik dan bijaksana dengan menghadirkan ahli-ahli digital.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat memperhatikan bahwa hidup di era sekarang mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi itu memang diperlukan kemampuannya,” ujar Koordinator Peserta Didik Direktorat SMP, Kemendikbud RI, Maulani Mega Hapsari, dalam konferensi pers virtual bertepatan dengan Hari Internet Aman Sedunia, Selasa.

Baca juga: Kisah pengalaman berkencan aman dengan teman dari internet

“Tetapi, di satu pihak, kami juga memandang perlu anak-anak itu dilengkapi dengan kemampuan supaya nantinya mereka dapat memfilter atau menyaring apa yang bisa juga mereka pelajari dan apa yang baiknya mereka tinggalkan,” dia melanjutkan.

Beberapa hal lain yang dilakukan Kemendikbud terkait digitalisasi, ungkap Maulani, salah satunya ialah program pemberian bantuan TIK kepada sekolah yang membutuhkan, terutama ialah sekolah-sekolah penggerak.

Program tersebut dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim pekan terus, dan bakal menjadi prioritas.

Program terkait digitalisasi lainnya dari Kemendikbud ialah pembuatan platform pembelajaran, dengan bagian Pusat Data dan Informasi yang ada di Kementerian sebagai penanggungjawab.

Baca juga: Cara mudah-mudahan anak tidak berlebihan gunakan internet saat PSBB

Akan tetapi, secara teknis, materi pembelajaran bakal disuplai oleh masing-masing direktorat — Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Sekolah Menengah Atas dan seterusnya — untuk memenuhi kebutuhan para peserta didik dalam platform.

BACA JUGA:  Puncak Gundaling, destinasi wisata persinggahan menuju kawasan Danau Toba

Sementara itu, kembali pada isu keamanan dalam berinternet, Maulani mengatakan Kemendikbud, khususnya direktorat Sekolah Menengah Pertama, telah mengeluarkan buku panduan terkait cara berkomunikasi yang efektif dan cara memanfaatkan digital dengan baik dan benar.

Kementerian juga mengeluarkan produk-produk, seperti animasi terkait digitalisasi, dan juga infografis dan poster yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

“Informasi yang kami sampaikan itu dibuat sedemikian rupa, cheerful, colorful, sehingga anak-anak itu nantinya bisa juga membaca dan memahaminya dengan lebih mudah,” kata Maulani.

“Kami pastinya mengharapkan selama pelaksanaan pembelajaran dari rumah ini, support dari orangtua sangat diharapkan,” dia menambahkan.

Baca juga: Pastikan internet aman bagi anak, Kementerian PPPA gelar edukasi

Baca juga: Hari Internet Aman Sedunia, ini langkah Kominfo amankan ruang digital

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *