Penyerahan kandidat vaksin merah putih dari Eijkman ke Biofarma masih sesuai target

  • Whatsapp
2146551088p

ILUSTRASI. Petugas medis mempersiapkan vaksin COVID-19

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN Ali Ghufron Mukti menuturkan, pengembangan vaksin merah putih masih on the track.

Untuk vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman rencananya kandidat vaksin atau seed vaksin mulai diserahkan ke Bio Farma pada Maret 2021 mendatang.

“Maret atau paling lambat April rencananya sudah diserahkan ke Biofarma. Untuk diuji selanjutnya di Biofarma,” kata Ghufron dalam Diskusi Daring pada Selasa (9/2).

Vaksin merah putih nantinya bakal melalui tahap sesuai standar pengembangan vaksin. Di antaranya uji preklinik, uji klinik tahap I, uji klinik tahap II, dan uji klinik tahap III hingga diperolehnya izin penggunaan dari BPOM. Setelah vaksin merah putih nantinya digunakan bukan berarti pengembang bakal dihentikan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 diperkirakan capai 1,7 juta, begini kesiapan anggarannya

Ghufron menyebut, setelah vaksin digunakan bakal tetap dilakukan penelitian untuk melihat berapa lama titer antibodi yang terbentuk dan apakah perlu dilakukan penyuntikan ulang dan kapan waktunya.

“Tetap bakal diteliti setelah divaksin, jadi titer antibodi berapa dan berapa lama mereka ada ditubuh kita. Apakah perlu ulang dan kapan itu bakal diteliti juga,” jelasnya.

Mengenai berapa banyak nantinya vaksin merah putih bakal diproduksi, Ghufron menyebut hal itu kembali melihat dari kebutuhannya. Tetapi yang utama ialah memastikan terpenuhinya kebutuhan dalam negeri.

“Kalau dari kapasitas produksi satu perusahaan saja contohnya misal 500 juta, kan kebutuhannya tidak hanya keperluan dalam negeri, tapi juga berorientasi ekspor. Kalau ditanya berapa ya lihat lagi berapa kebutuhannya dan tentu utamanya harus penuhi Indonesia dulu,” tegas Ghufron.

BACA JUGA:  Pakar: Meningkatnya ancaman perang Beijing harus ditanggapi serius

Jika kandidat vaksin merah putih dari Eijkman baru bakal diserahkan kepada Bio Farma pada Maret nanti. Ghufron menambahkan, untuk pengembangan vaksin merah putih dari Universitas Airlangga (Unair) ditargetkan akhir tahun 2021 sudah rampung uji klinik.

“Unair targetnya akhir 2021 itu sudah selesai uji klinis dan sudah memperoleh semacam perijinan dari Badan POM dan sudah apat juga produksi tapi belum apat juga banyak di akhir 2021. Sehingga akhir 2021 apat juga dipakai di masyarakat tapi belum banyak jumlahnya,” ungkapnya.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin merah putih di antaranya terkait dengan relawan uji klinik.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang apat juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *