Saat rasisme menyelinap masuk ke kapal perang Amerika Serikat

  • Whatsapp
1323475221p

ILUSTRASI. Kapal induk AS USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan.

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Read More

RUMAHPUTIH.COM – WASHINGTON. Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengutuk dua insiden rasis baru yang melibatkan simbol kebencian di kapal perang, yang menurut sumber termasuk tali yang ditinggalkan di tempat tidur seorang pelaut kulit hitam.

Insiden, yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, menggarisbawahi keprihatinan mendalam tentang rasisme di jajaran Angkatan Laut AS. 

Kasus-kasus itu muncul ketika para pemimpin Pentagon menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperlihatkan kemajuan dalam memerangi ekstremisme, setelah anggota militer dan mantan tentara diketahui telah berpartisipasi dalam pengepungan gedung Capitol pada 6 Januari terus.

Dalam satu kasus yang sedang diselidiki oleh Naval Criminal Investigative Service (NCIS), grafiti ujaran kebencian ditemukan di kamar mandi di atas kapal induk USS Carl Vinson. 

Baca Juga: USS Gerald R. Ford siap bertugas, kapal induk terbaru AS seharga Rp 180 triliun

NCIS juga sedang menyelidiki insiden jerat di atas kapal penjelajah berpeluru kendali USS Lake Champlain. Dua pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama mengonfirmasi perinciannya.

Mengurangi kemampuan militer

Meskipun tidak memberikan perincian insiden tersebut, Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Mike Gilday memperingatkan dalam sebuah pesan pada Selasa (9/2), perpecahan rasial di barisan mengurangi kemampuan militer untuk melindungi negara.

BACA JUGA:  Pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal IV-2020 capai 12,7%

“Jika pertama-tama kita harus mempertanyakan maksud dari rekan sekapal yang berjaga-jaga bersama dengan kita, sekarang, dan terutama, saat menembak, kita bakal gagal saat Bangsa membutuhkan kita dalam pertempuran,” tegas Gilday, seperti dikutip Reuters.

Pesan Gilday datang beberapa hari setelah Lloyd Austin, Menteri Pertahanan AS kulit hitam pertama, memerintahkan penghentian seluruh militer termasuk aktivitas reguler untuk mengatasi nasionalisme kulit putih dan ekstremisme lainnya.

Baca Juga: Di Laut China Selatan, 2 kelompok serang kapal induk AS kembali gelar latihan perang




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *