Meski masih dini, data hasil vaksin Covid-19 di Israel munculkan harapan baru

  • Whatsapp
1297880305p

ILUSTRASI. Residents of an assisted living facility dance after receiving their booster shots of the vaccination against the coronavirus disease (COVID-19), in Netanya, Israel January 19, 2021. REUTERS/Ronen Zvulun 

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JERUSALEM. Peluncuran vaksinasi cepat di Israel menjadikan negara itu sebagai studi terbesar di dunia nyata mengenai efektivitas vaksin Covid-19. Negara ini menggunakan vaksin milik Pfizer Inc. 

Lebih dari setengah warga Israel yang memenuhi syarat yakni sekitar 3,5 juta warga  sekarang telah divaksinasi penuh atau sebagian. Kelompok yang lebih tua dan berisiko, yang pertama diinokulasi, terlihat ada penurunan penyakit yang cukup dramatis.

Di antara kelompok yang divaksinasi penuh pada gelombang pertama, ada pengurangan 53% kasus baru, penurunan 39% di rawat inap dan 31% penurunan penyakit parah dari pertengahan Januari hingga 6 Februari.

Baca Juga: Korea Selatan setujui vaksin Covid-19 dari AstraZeneca untuk semua warga dewasa

Eran Segal, ilmuwan data di Weizmann Institute Sains di Rehovot mengatakan, pada periode yang sama, di antara warga di bawah usia 60 yang memenuhi syarat untuk suntikan selanjutnya, kasus baru turun 20%, tetapi rawat inap dan penyakit parah masing-masing naik 15% dan 29%.

Reuters mewawancarai ilmuwan terkemuka di Israel dan dari luar negeri, pejabat kesehatan Israel, kepala rumah sakit, dan dua penyedia layanan kesehatan terbesar di negara itu tentang data baru yang ditunjukkan dari peluncuran vaksin paling efisien di dunia itu.

BACA JUGA:  Unik! Singapura ujicoba aplikasi smartphone yang tawarkan pemeriksaan kesehatan mini

Penggerak vaksin telah menyediakan database yang menawarkan wawasan tentang seberapa efektif vaksin berada di luar uji klinis terkontrol. Dan pada titik mana negara dapat mencapai kekebalan kelompok yang tengah dicari tetapi masih sulit dipahami.

Baca Juga: Penting! Masyarakat perlu tahu gejala klinis Covid-19, ini alasannya

Lebih banyak lagi wawasan baru mau diketahui dalam dua minggu ke depan, saat tim menganalisis keefektifan vaksin pada kelompok anak muda Israel, serta populasi yang ditargetkan seperti penderita diabetes, kanker dan kaum hawa hamil. 

“Kami perlu mempunyai cukup variasi warga dalam subkelompok itu dan waktu tindak lanjut yang cukup sehingga Anda dapat menjadikan kesimpulan yang tepat, dan kami sampai pada titik itu,” kata Ran Balicer, kepala bagian inovasi HMO Clalit.

Pfizer memantau peluncuran vaksin di Israel setiap minggu untuk memperoleh wawasan yang dapat digunakan di seluruh dunia.

Baca Juga: Bio Farma targetkan 13 juta dosis vaksin Covid-19 siap dalam waktu dekat

Sebagai negara kecil dengan perawatan kesehatan universal, kemampuan data canggih, dan janji peluncuran yang cepat, Israel memberi Pfizer kesempatan unik untuk mempelajari dampak nyata dari vaksin yang dikembangkan dengan BioNTech asal Jerman.

Tetapi perusahaan mengatakan tetap “sulit untuk memperkirakan waktu yang tepat ketika perlindungan kelompok dapat mulai terwujud” karena banyak variabel yang berperan. Termasuk tindakan jarak sosial dan jumlah infeksi baru yang ditimbulkan oleh setiap kasus, yang dikenal sebagai tingkat reproduksi.

Bahkan Israel, yang berada di barisan terdepan dalam upaya vaksin global, telah menurunkan ekspektasi untuk segera keluar dari pandemi karena meningkatnya kasus.

Penguncian nasional ketiga telah berjuang untuk menahan penularan, dikaitkan dengan varian virus baru dari Inggris yang menyebar cepat. Vaksin dari Pfizer / BioNTech tampaknya efektif melawannya.

BACA JUGA:  Pakar kesehatan ini beri peringatan: Long Covid dapat menjadi pandemi dalam pandemi

“Kami sejauh ini telah mengidentifikasi kemanjuran 90% hingga 95% yang sama terhadap strain Inggris,” kata Hezi Levi, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Israel.

“Tapi Ini masih terlalu dini, karena kami baru menyelesaikan minggu pertama setelah dosis kedua,” katanya seperti dikutip Reuters, Rabu (10/2).




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *