Libur imlek, Kadin imbau karyawan swasta tunda perjalanan jauh

  • Whatsapp
1703775206p

ILUSTRASI. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P Roeslani. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd.

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengimbau supaya perusahaan swasta dapat mengeluarkan edaran untuk melakukan penundaan bepergian ke luar kota atau melakukan perjalanan jauh bagi karyawan dan atau keluarga karyawan.

Hal tersebut berkenaan dengan kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia yang terus mengalami peningkatan, dan bakal memasuki liburan Tahun Baru Imlek pada akhir pekan ini terhitung sejak tanggal 11 Februari sampai dengan 14 Februari 2021. Tingginya tingkat penularan ditandai dengan positivity rate, kasus aktif dan penambahan kasus positif di tingkat nasional.

“Kami himbau kepada para pekerja untuk dapat menunda perjalanan jauh di masa peningkatan kasus positif Covid seperti sekarang ini. Kami sudah melakukan komunikasi dengan asosiasi-asosiasi bisnis supaya himbauan ini dapat diteruskan pada perusahaan-perusahaan anggotanya, juga pada Kadin di tingkat daerah,” kata Rosan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2).

Kadin juga mengimbau supaya keluarga karyawan menunda perjalanan jauh. Karena, hal tersebut dapat mempengaruhi klaster penularan di lingkungan pekerja.

Baca Juga: Hipmi: Penghitungan upah RPP Pengupahan sesuai kondisi daerah dan kebutuhan pekerja

“Kami harap semua pihak dapat melakukan pembatasan terhadap perjalanan jarak jauh, setiap individu harus bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing dan keluarga,” ujar dia.

Rosan mengatakan, bagi yang terpaksa harus melakukan perjalanan wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Kadin mengapresiasi Tim Satgas yang telah mengeluarkan aturan ketentuan perjalanan baik darat, laut dan udara.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah diduga terima Rp 5,4 miliar, ini kronologis kasusnya

“Kami apresiasi kepada pihak yang terus melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi sampai sejauh ini. Sehingga perjalanan itu tetap dapat dilakukan tetapi tetap dengan penerapan aturan yang sudah jelas, kami harapkan aturan-aturan tersebut dapat dipatuhi secara seksama oleh setiap individu,” ucap dia.

Seperti diketahui, pemerintah sejak 9 Februari 2021 juga telah mengeluarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro. Hal ini setelah dua jilid PPKM di Pulau Jawa dan Bali dinilai tak efektif menekan laju penyebaran Covid-19.

“Pemerintah juga telah memberlakukan PPKM Mikro supaya laju penyebaran Covid dapat dikendalikan, jadi semua pihak harus lebih peduli dan patuh,” tutur Rosan.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *