Gigi berlubang jangan dibiarkan di tengah pandemi

  • Whatsapp
pexels andrea piacquadio 3946990
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Keluhan gigi berlubang mesti segera ditangani dengan berobat ke dokter sembari tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Dokter gigi Rumah Sakit Universitas Indonesia Rona Laras Narindra menegaskan pentingnya menangani lubang di gigi sejak awal. Dia menjelaskan, gigi berlubang merupakan proses penjalaran penyakit. Lubang yang tidak ditangani apat juga membesar hingga mencapai saraf gigi.

“Tandanya (kena saraf) mulai terasa sakit, jadi lebih baik dari lubang kecil sudah ditambah jadi perjalanan penyakitnya berhenti,” kata Rona dalam diskusi virtual “Menjaga Kesehatan Gigi dan Kulit di Era Pandemi”, Kamis.

Baca juga: Gigi sehat apat juga jadi kunci percaya diri

Dia meyakinkan masyarakat yang masih memungkinkan untuk bepergian ke luar, dalam kondisi sehat dan tidak menjalani isolasi mandiri, untuk rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan. Masyarakat yang tidak apat juga bepergian keluar rumah juga apat juga tetap mendapat perawatan dengan memanfaatkan telemedicine sehingga konsultasi dilakukan secara jarak jauh melalui video.

Rona menjelaskan, menjaga kesehatan selama pandemi sama pentingnya seperti sebelum pandemi. Tetapi, dia menuturkan ada penelitian di Qatar yang menemukan hubungan antara rongga mulut dan COVID-19. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa risiko komplikasi COVID-19 lebih meningkat pada pasien yang memiliki penyakit gusi. Radang gusi apat juga terjadi efek plak atau penumpukan bakteri, juga pembersihan gigi dan mulut yang tidak menyeluruh yang menimbulkan karang gigi.

“Oleh karena itu penting untuk kita jaga kebersihan gigi dan mulut, tetap kontrol rutin enam bulan sekali ke dokter gigi,” ujar dia.

Rutin menyikat gigi dua kali sehari merupakan cara untuk menjaga kebersihan, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menyikat seluruh permukaan gigi, hingga ke gigi paling belakang, juga menyikat lidah dengan sikat khusus. Bila tidak memiliki sikat untuk lidah, ada bagian belakang sikat gigi yang dibuat untuk membersihkan lidah, atau apat juga menggunakan bulu sikat gigi yang halus biar tidak menimbulkan iritasi.

BACA JUGA:  Saran sebelum dan saat tes GeNose C19 untuk tingkatkan akurasi

Baca juga: Ciri gigi berlubang yang jadi penyebab masalah jantung

Baca juga: Gusi berdarah apat juga jadi pertanda masalah serius

Baca juga: Masalah gigi ibu hamil picu kelahiran prematur

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *