Pemerintah bakal bebaskan PPnBM kendaraan bermotor per Maret 2021

  • Whatsapp
1613582128p

ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Pemerintah bakal menggratiskan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor per Maret 2021. Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri otomotif yang telah terdampak pandemi Covid-19 paling besar.  

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, insentif tersebut bakal dilakukan secara bertahap selama sembilan bulan yang berlangsung dalam tiga tahap dan tiap tahap berlaku 3 bulan. Pembebasan PPnBM  bakal diberikan pada tahap pertama. Kemudian, tahap kedua diskon insentif PPnBM diberikan sebesar 50%. Terus, insentif PPnBM 25% dari tarif bakal diberikan pada tahap ketiga.  

“Besaran insentif ini bakal dilakukan evaluasi setiap 3 bulan.  Instrumen kebijakan bakal menggunakan PPnBM DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang ditargetkan bakal mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (11/2).

Baca Juga: Bankir sambut baik rencana BI yang ingin bank transparan umumkan bunga kredit

Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang bakal mencapai 81.752 unit. Estimasi penambahan output industri otomotif juga diperkirakan bakal dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

“Kebijakan tersebut juga bakal berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun,” kata Airlangga.  

Selain itu, pemberian insentif penurunan PPnBM juga didukung dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0% dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang bakal mengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

BACA JUGA:  PPKM mikro kerek ekonomi, pengendalian pandemi harus lebih ketat

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif diyakini bakal membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai mempunyai keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung), di mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang lebih dari 1,5 juta warga dan kontribusi PDB sebesar Rp 700 triliun,” ujar Airlangga.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *