Menko Perekonomian Setuju Pangkas PPnBM Mobil Hingga 0 Persen

  • Whatsapp
71496 ekspor mobil 2019

71496 ekspor mobil 2019

RUMAHPUTIH.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021.

Read More

“Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang mau mencapai 81.752 unit,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Ia menjelaskan skenario besaran relaksasi PPnBM merupakan nol persen pada Maret-Mei, kemudian 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November 2021.

Dengan relaksasi itu, kata dia, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif mau menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

Baca Juga:
Bulan Depan, Beli Mobil Baru Bebas Pajak Kendaraan Barang Mewah

“Kebijakan tersebut juga mau berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp 1,62 triliun,” imbuh Menko Airlangga.

Ia mengharapkan pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif mau membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya (pendukung) di antaranya industri bahan baku yang berkontribusi sekitar 59 persen dalam industri otomotif.

Industri pendukung otomotif, lanjut dia, menyumbang lapangan kerja bagi lebih dari 1,5 juta warga dan kontribusi PDB sebesar Rp 700 triliun.

Industri otomotif juga merupakan industri padat karya mengingat saat ini lebih dari 1,5 juta warga bekerja di industri otomotif yang terdiri dari lima sektor yakni pelaku industri tier II dan tier III terdiri dari 1.000 perusahaan dengan 210.000 pekerja.

Kemudian, pelaku industri tier I terdiri dari 550 perusahaan dengan 220.000 pekerja, perakitan sebanyak 22 perusahaan dan dengan 75.000 pekerja, dealer dan bengkel resmi 14.000 perusahaan dengan 400.000 pekerja, serta dealer dan bengkel tidak resmi 42.000 perusahaan dengan 595.000 pekerja.

BACA JUGA:  Kerap Buat Kesal, Ini Aturan Tentang Larangan Potong Spakbor Motor

Baca Juga:
Airlangga Ramal Daya Beli Masyarakat Mulai Bangkit di Tahun Ini

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi PPNBM kendaraan bermotor karena industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang terkena dampak pandemi COVID-19 paling besar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *