PDB Malaysia terkontraksi 5,6% di 2020, terburuk sejak Krisis Keuangan Asia 1998

  • Whatsapp
985332957p

ILUSTRASI. Perekonomian Malaysia semakin menurun pada kuartal keempat tahun 2020. REUTERS/Lim Huey Teng

Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Read More

RUMAHPUTIH.COM – KUALA LUMPUR. Perekonomian Malaysia semakin menurun pada kuartal keempat tahun 2020. Kondisi tersebut menyebabkan kontraksi yang lebih buruk atas Produk Domestik Bruto (PDB) dari yang semula diproyeksikan oleh pemerintah.

Melansir The Straits Times, Kepala Departemen Statistik Malaysia Uzir Mahidin mengatakan pada Kamis (11/2/2021), PDB kuartal keempat Malaysia turun 3,4% – lebih besar dari penurunan 2,7% pada kuartal ketiga. PDB keseluruhan di 2020 menyusut 5,6%, dan menjadi kontraksi terburuk sejak Krisis Keuangan Asia 1998.

Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya mengatakan, mereka memperkirakan ekonomi mau menyusut 4,5% pada 2020. Informasi saja, Malaysia mencatat pertumbuhan PDB 4,3% pada 2019.

Antara Oktober dan Desember tahun terus, sebagian besar negara berada di bawah pembatasan pergerakan baru, termasuk pembatasan perjalanan, ketika pemerintah berjuang untuk menangani gelombang ketiga infeksi Covid-19.

Baca Juga: Jokowi bakal bertemu PM Malaysia hari ini, apa saja isu yang dibahas?

Datuk Seri Uzir mengatakan bahwa sektor konstruksi, pertambangan dan jasa mencatat penurunan terbesar tahun terus, masing-masing mengalami kontraksi sebesar 19,4%, 10% dan 5,5%.

Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM), bank sentral Malaysia, Nor Shamsiah Mohd Yunus, pada hari Kamis mengatakan bahwa pasar tenaga kerja diperkirakan mau tetap lemah pada semester pertama 2021 sebelum membaik.

BACA JUGA:  Pemerintah butuh 83.000 CPNS dan PPPK di tahun ini

Tingkat pengangguran mencapai 4,8% pada akhir tahun 2020 setelah melampaui 5% pada pertengahan tahun, tingkat tertinggi dalam tiga dekade.

Baca Juga: Belajar tentang vaksin Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin terbang ke Indonesia hari ini

Datuk Nor Shamsiah meyakini, ekonomi mau pulih pada 2021 sejalan dengan peluncuran vaksin dan pemulihan ekonomi global, meskipun ia memperingatkan bahwa risiko penurunan konsekuensi situasi Covid-19 tetap ada.

Mengutip The Straits Times, BNM diperkirakan mau merilis prospek pertumbuhan ekonomi yang direvisi pada tahun 2021 bulan depan. Proyeksi awal Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan tahun ini antara 6,5% hingga 7,5%.

 

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *