Imlek di rumah saja, intip jalan-jalan virtual ke Hong Kong

  • Whatsapp
01.Man Mo Temple medium
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Berdiam diri di rumah dan tidak bepergian bila tidak ada kebutuhan mendesak saat Imlek ialah cara terbaik untuk berkontribusi menekan penyebaran virus corona. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau perayaan Imlek kala pandemi dilaksanakan sederhana dan secara virtual.

Ia menyampaikan, pemerintah menekankan mudah-mudahan perayaan Imlek dijadikan momentum bagi saudara-saudara umat Konghucu dan Tionghoa untuk melakukan refleksi diri serta berdoa mudah-mudahan bangsa Indonesia dan umat manusia terbebas dari pandemi.

Baca juga: Jalan-jalan ke antariksa pada akhir pekan

Baca juga: Tur virtual, oase penyejuk dahaga melancong

Senada, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengimbau kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek dilakukan secara sederhana mengingat kondisi Indonesia yang masih dalam masa pandemi COVID-19.

Meski perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini berbeda, ada alternatif hiburan mudah-mudahan pikiran tetap berkelana meski tubuh tak kemana-mana. Salah satunya ialah tur virtual ke tempat ikonik yang dilaksanakan Dewan Pariwisata Hong Kong (HKTB) untuk melihat persiapan penduduk setempat dalam menyambut Imlek.

Menikmati tur virtual tak cuma melepas penat, tetapi bisa juga juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan rencana perjalanan jika suasana kembali kondusif. Simak tempat-tempat yang disinggahi selama tur virtual Hong Kong di bawah ini:

01.Man Mo Temple medium 1
Kuil Man Mo di Hong Kong (HO/HKTB)

Kuil Man Mo

Kuil Man Mo ialah persembahan untuk Man, Dewa Sastra, dan Mo, Dewa Perang. Kuil yang dibangun antara 1847 dan 1862 ini ialah kuil Man Mo terbesar di Hong Kong.

Kuil ini dinobatkan sebagai bangunan bersejarah pada 1994, terus resmi dinyatakan sebagai monumen pada 2010. Kuilnya berlokasi di dekat area perkantoran bidang finansial. Pengunjung mau merasakan pemandangan kontras saat berada di Kuil Man Mo dengan hiasan gulungan dupa raksasa yang menggantung.

Berlokasi di kompleks yang sama, selain Kuil Man Mo, juga ada dua kuil lainnya yang dalam satu garis lurus, yakni Kuil Lit Shing Kung dan Kung sor. Kuil Lit Shing Kung merupakan tempat untuk menyembah seluruh dewa surgawi, sementara Kung Sor dulunya digunakan sebagai aula pertemuan untuk membahas masalah dan berdiskusi.

 

BACA JUGA:  Hari peduli sampah momen kolaborasi menuju Indonesia Bersih 2025
02.Wong Tai Sin Temple medium
Kuil Sik Sik Yuen Wong Tai Sin di Hong Kong (HO/HKTB)

Kuil Sik Sik Yuen Wong Tai Sin

Kuil Sik Sik Yuen Wong Tai Sin ini merupakan rumah bagi tiga agama – Taoisme, Buddha, dan Konfusianisme. Kuil ini dibuat untuk memberikan penghormatan kepada biksu terkenal Wong Tai Sin.

Bukan hanya menampilkan lima elemen geomantik, tetapi kuil ini juga mempunyai daya tarik yang indah sekaligus menjadi pusat keagamaan yang penting untuk warga Hong Kong saat ini.

Baca juga: Kemendikbud fasilitasi virtual tur situs cagar budaya Gunongan Aceh

Sebelum pandemi COVID-19, pada malam Tahun Baru Imlek banyak kru televisi yang sengaja ditempatkan di kuil ini untuk mengabadikan momen persembahan dupa pertama di tahun baru. Ribuan warga mau antre di luar kuil untuk memperoleh kesempatan membikin persembahan dupa pertama ketika pergantian tahun berlangsung.

Mereka percaya semakin cepat seseorang melakukan dupa persembahan, mau semakin cepat permintaannya dikabulkan. Oleh karena itu, antrean di luar kuil ini mau mulai ramai dari pukul 6 sore.

Kuil Wong Tai Sin ini menjadi satu-satunya kuil yang sangat ramai dikunjungi ketika Perayaan Tahun Baru Imlek, karena diyakini bahwa banyaknya doa yang telah dijawab setelah mereka berdoa di kuil ini.

Dikisahkan bahwa Wong Tai Sin mengabulkan keinginan melalui Kao Chim (Tongkat Permintaan), di mana pengunjung tadi mau mengguncang wadah yang berisi tongkat ramalan yang berisi nomor.

Setiap nomor sesuai dengan ramalan yang mau memberikan jawaban dari sebuah pertanyaan yang diajukan sebelum mengguncang wadah. Pengunjung mau mengguncang wadah sampai salah satu tongkat terjatuh. Pesan yang tertera dalam tongkat bisa juga ditafsirkan oleh peramal, atau melalui mesin yang mau mengeluarkan tafsir.

Tahun ini bisa juga dimanfaatkan untuk para lajang yang ingin memohon kepada Dewa Cinta untuk memperoleh cinta sejati. Karena, hari Valentine jatuh bertepatan dengan hari ketiga tahun baru Imlek. Setelah berdoa kepada dewa, umumnya mau ada sebuah ritual yang cukup unik.

BACA JUGA:  Noore Sport Hijab dapat pendanaan Hypefast

Mereka mau diminta untuk melingkarkan jari-jari mereka di sekitar tali merah dan mengikat tali tersebut di patung yang ada di dalam kuil, di mana ada dua patung yang melambangkan laki-laki dan perempuan. Mereka harus mengikat tali merah tersebut di salah satu patung, laki-laki atau perempuan.

 

03.Wheel of fortune at the Che Kung Temple medium
Roda keberuntungan di Kuil Che Kung (HO/HKTB)

Kuil Che Kung

Kuil ini didedikasikan untuk Che Kung, seorang komandan militer dari Dinasti Song Selatan (1127–1279), yang ahli dalam memadamkan pemberontakan pada abad ke-13. Dia mengawal kaisar Song ke Hong Kong saat mereka melarikan diri dari penjajah Mongolia.

Penduduk Sha Tin mendedikasikan sebuah kuil untuknya sekitar 300 tahun yang terus untuk menghentikan penyebaran wabah penyakit lokal. Menurut cerita setempat, penyakit itu lenyap pada hari pembangunan candi. Sebagai sebuah penghormatan, saat ini pengunjung mau menemukan patung raksasa Che Kung.

Salah satu ritual ketika hendak berdoa di kuil ini ialah memukul genderang perang yang terletak di luar kuil. Hal ini dipercaya sebagai pemberitahuan kepada Jenderal Che Kung bahwa mereka hendak berdoa di kediaman sang jenderal. Ritual penting lainnya terkait dengan Roda Keberuntungan yang mau menentukan garis keberuntungan di tahun baru ini.

Baca juga: Wisata virtual, ke candi, museum hingga bulan

Baca juga: Kreator “Final Fantasy XV” dan ANA kolaborasi buat tur virtual

Jika selama setahun kemarin hidup banyak dihampiri keberuntungan, putarlah Roda Keberuntungan searah jarum jam mudah-mudahan keberuntungan tetap menghampiri tahun ini.

Sebaliknya, jika setahun kemarin dalam kehidupan lebih banyak tantangan, putarlah Roda Keberuntungan ini berlawanan dengan arah jarum jam, mudah-mudahan setahun ke depan keberuntungan selalu bersama dengan Anda.

Untuk menambah berkah, setelah selesai berdoa umumnya para pengunjung mau membeli kincir angin warna-warni yang dipercaya jadi magnet untuk membawa pulang keberuntungan ke dalam rumah.

 

BACA JUGA:  Satgas COVID-19 sebut hirup uap air cegah COVID-19? Cek faktanya!
Upper Lascar Row medium
Upper Lascar Row, Hong Kong (HO/HKTB)

Upper Lascar Row

Penyuka barang antik mau senang ketika diajak ke tempat ini. Yang menjadi pusat perhatian di Upper Lascar Row ialah deretan toko yang menjual barang antik.

Mereka menawarkan mulai dari barang seni, kaligrafi yang eklektik, serta furnitur antik unik Tiongkok. Tak hanya itu, Anda mau menjumpai sejumlah toko pernak- pernik yang menawarkan bermacam macam hal, seperti jam Mao Zedong, poster Bruce Lee dan bermacam pernak-pernik yang Anda tak mau kira mau menjumpai di sini.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini juga diramaikan oleh butik dari desainer lokal dan toko pakaian bertema vintage yang menarik untuk turis dan juga penduduk lokal.

 

05.Moth orchid from the Flower Market medium 2
Anggrek kupu-kupu di pasar bunga (HO/HKTB)

Pasar bunga

Pasar Bunga di Mong Kok selalu mempunyai sesuatu untuk semua warga, baik mereka yang tertarik dengan bunga mawar, pohon jeruk keprok atau hiasan bambu untuk Imlek.

Pasar ini dikenal sebagai tujuan utama di Hong Kong untuk mereka yang mempunyai ketertarikan pada holtikultura. Pasar bunga ini buka sepanjang tahun dan mau sangat ramai menjelang Tahun Baru Imlek. Bukan hanya mencari bunga segar untuk dekorasi, tetapi mereka juga mencari tanaman yang mau mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun.

Baca juga: Akhir pekan di rumah saja, intip Pulau Panjang lewat tur virtual

Baca juga: Tren wisata virtual mau berlanjut tahun 2021

Baca juga: Kemenparekraf gelar tur virtual ke 10 desa wisata

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *