Facebook bakal batasi penyebaran konten milik militer Myanmar

  • Whatsapp
1857794402p

ILUSTRASI. Seorang pria mengambil gambar grafiti oleh seniman Thailand Mue Bon yang menentang kudeta militer di Myanmar di sebuah jalan di Bangkok, Thailand, Sabtu (6/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa/WSJ/djo

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Read More

RUMAHPUTIH.COM – CALIFORNIA. Facebook pada hari Jumat (12/2) mengumumkan bakal membatasi distribusi semua konten yang dikeluarkan oleh militer Myanmar. Facebook menilai militer Myanmar terus menyebarkan informasi yang salah menyusul kudeta militer awal bulan ini.

Dilansir dari Reuters, tindakan tersebut bakal diterapkan pada halaman resmi yang dijalankan oleh pihak militer serta satu halaman lain yang dikelola juru bicara mereka.

“Halaman apa pun yang dikontrol militer yang berulang kali melanggar kebijakan informasi yang salah,” tulis Facebook dalam pernyataan resminya hari ini.

Tindakan tersebut secara umum bukan merupakan larangan, tetapi ditujukan untuk mengurangi jumlah warga yang melihat konten tersebut.

Setelah ini, semua halaman terkait tidak bakal lagi muncul di bagian newsfeeds dengan label “recommended”.

Baca Juga: Aksi demonstrasi melawan militer yang berkuasa di Myanmar terus berlanjut

Facebook juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menangguhkan akses lembaga pemerintah Myanmar untuk mengirim permintaan penghapusan konten ke Facebook. Akses ini sebenarnya bisa juga digunakan oleh semua pihak berwenang di seluruh dunia.

Rafael Frankel, direktur kebijakan publik, negara berkembang APAC mengatakan bahwa pihaknya tetap bakal berusaha memberikan ruang di dunia digital bagi rakyat Myanmar untuk menyatakan pendapat terkait kudeta yang terjadi.

BACA JUGA:  Allianz bakal memperoleh kepemilikan penuh atas usaha asuransi jiwa China

“Bersamaan dengan itu, kami melindungi konten, termasuk pidato politik yang memungkinkan rakyat Myanmar mengekspresikan diri dan memperlihatkan kepada dunia apa yang terjadi di negara mereka,” unfkap Frankel seperti dikutip dari Reuters.

Sejak militer Myanmar melakukan kudeta pada 1 Februari terus, saat ini ratusan ribu warga telah melakukan protes di seluruh penjuru Myanmar. Pada pada umumnya mereka menentang terjadinya kudeta pada pemerintah sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *