WHO: Penurunan kasus sembunyikan peningkatan jumlah wabah varian yang lebih menular

  • Whatsapp
541105173p

ILUSTRASI. WHO memperingatkan biar tidak terburu-buru membuka kembali pembatasan, meskipun ada penurunan kasus virus corona baru.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Read More

RUMAHPUTIH.COM – COPENHAGEN. Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO memperingatkan semua negara biar tidak terburu-buru membuka kembali pembatasan, meskipun ada penurunan kasus virus corona baru.

Program vaksinasi Covid-19 massal sedang digenjot di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Eropa, dalam perlombaan melawan varian virus corona yang lebih menular.

Tetapi, sementara kasus baru dan kematian risiko virus corona telah turun di beberapa negara, WHO mengatakan, ini bukan waktunya untuk melonggarkan pembatasan.

“Penurunan kasus menyembunyikan peningkatan jumlah wabah dan penyebaran komunitas yang melibatkan varian yang memprihatinkan,” kata Direktur WHO Eropa Hans Kluge, Kamis (11/2).

“Pada titik ini, sebagian besar negara Eropa tetap rentan,” tambahnya, seperti dikutip Channel News Asia. Dia memperlihatkan “garis tipis antara harapan mau vaksin dan rasa aman yang palsu”.

Baca Juga: 6 Tempat berisiko tinggi penularan virus corona mengacu WHO

Lebih dari satu juta kasus baru virus corona terdaftar setiap minggu di 53 negara anggota WHO di kawasan Eropa yang mencakup beberapa negara di Asia Tengah.

Tetapi, jumlah kasus baru virus corona yang dilaporkan telah menurun selama empat minggu terakhir, dan kematian risiko Covid-19 juga turun selama dua pekan belakangan.

Sedang kematian di seluruh dunia meningkat menjadi hampir 2,4 juta, dengan Amerika Serikat yang paling terpukul. Adapun Timur Tengah melampaui angka 100.000 kematian pada Kamis (11/2).

BACA JUGA:  Pemerintah diminta antisipasi kenaikan kasus positif Covid-19 di tengah vaksinasi

Distribusi vaksin sangat bervariasi di seluruh dunia, meskipun secara keseluruhan lebih dari 155,7 juta warga di setidaknya 91 negara sejauh ini telah diinokulasi, menurut penghitungan AFP.

Pakar WHO Alejandro Cravioti menyatakan, pihaknya sedang menunggu data yang lebih spesifik tentang kemanjuran vaksin untuk warga di atas usia 65-an. Tetapi, “tidak mau tepat” untuk menunggu dengan “ribuan warga sekarat”.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *