Hilang dicuri hampir seabad yang terus, patung kepala Budha kembali ke China

  • Whatsapp
656204222p

ILUSTRASI. Eksterior Gua 8 di Gua Tianlongshan, China, dengan pemandangan relung Buddha di sisi depan tiang tengah. Dok: University of Chicago.

Sumber: Xinhua | Editor: S.S. Kurniawan

Read More

RUMAHPUTIH.COM – BEIJING. Sebuah kepala Buddha yang terbuat dari batu, yang dicuri dari salah satu patung di Gua Tianlongshan, China, hampir seabad terus, ditemukan, Badan Warisan Budaya Nasional (NCHA) mengatakan.

Kepala Buddha, yang dibawa kembali dari Jepang pada 12 Desember terus, merupakan relik ke-100 yang ditemukan oleh China di luar negeri di 2020, menurut NCHA dalam pernyataan Kamis (11/2).

Mengutip Xinhua, NCHA pertama kali mengidentifikasi kepala Buddha itu pada September 2020, ketika relik tersebut muncul di sebuah rumah lelang di Jepang. 

Rumah lelang itu kemudian membatalkan pelelangan setelah NCHA menghubunginya dan meminta biar penjualan kepala Budha tersebut dihentikan.

NCHA menyatakan, telah menghubungi Zhang Rong, warga negara China dan ketua dewan rumah lelang tersebut, dalam upaya untuk mengambil relik tersebut. 

Baca Juga: Arkeolog Tukri temukan harta karun dari Romawi kuno, ini wujudnya

Pada akhir Oktober tahun terus, NCHA menjelaskan, setelah membeli kepala Buddha dari pemilik warga negara Jepang, Zhang memutuskan untuk menyumbangkan patung itu kepada Pemerintah China.

Membeli relik itu merupakan cara termudah untuk membawanya kembali ke China, alih-alih melakukan negosiasi panjang dengan kolektor asing,” kata Zhang kepada Xinhua.

Zhang menyebutkan, sebagai warga negara China, tindakannya dalam membantu pengambilan kembali patung tersebut juga didorong oleh rasa patriotisme.

Lebih lebih dari 240 patung dicuri

Gua Tianlongshan yang terletak di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, terkenal dengan patung Buddha yang terletak di dalamnya. 

BACA JUGA:  Tingkat pengangguran Korea Selatan melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade

Pembangunan gua dimulai pada Dinasti Wei Timur (534-550) dan berlanjut hingga Dinasti Tang (618-907).

Baca Juga: Saat karantina Covid-19, banyak penduduk desa Inggris menemukan harta karun




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *