Facebook mulai batasi iklan politik di Indonesia

  • Whatsapp
shutterstock 1083574463
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Facebook sedang menguji coba mengurangi penayangan iklan politik di platform tersebut untuk sejumlah pengguna di beraneka negara, termasuk Indonesia.

“Seperti yang disebutkan Mark Zuckerberg saat rapat baru-baru ini, salah satu umpan balik yang sering kami dengar ialah warga tidak mau konten politik mengambil alih laman Kabar Berita,” kata Direktur Manajemen Produk Facebook, Aastha Gupta, di blog resmi Facebook, dikutip Jumat.

Facebook menguji coba pengurangan iklan politik kepada pengguna di Indonesia, Brasil dan Kanada mulai pekan ini, Amerika Serikat pada waktu yang bakal datang.

Baca juga: Cara menjaga anak di dunia internet

Baca juga: Facebook diblokir, warga Myanmar beralih ke Twitter bela hasil pemilu

Selama masa uji coba, Facebook bakal mengukur bagaimana respons pengguna terhadap konten politik yang muncul di laman utama, dengan membikin kategori peringkat.

Facebook memberi pengecualian untuk informasi COVID-19 dari akun milik lembaga resmi dan kantor atau layanan pemerintahan.

Uji coba ini tidak berarti Facebook bakal menghilangkan sepenuhnya iklan politik, tetapi, untuk mancari solusi berinteraksi dengan iklan politik di platform tersebut.

“Sambil menghormati selera setiap warga di laman Kabar Berita mereka,” kata Gupta.

Berdasarkan data internal Facebook, iklan politik menguasai 6 persen dari konten yang dilihat pengguna di media sosial tersebut.

Baca juga: Facebook kurangi distribusi konten dari militer Myanmar

Baca juga: Menkominfo: tetap jalankan protokol kesehatan

Baca juga: Medsos ramaikan Imlek dengan emoji dan stiker

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

BACA JUGA:  Riset CLSA: GoFood banyak digunakan karena memiliki pelanggan loyal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *