Melancong secara virtual ke museum-museum di Jakarta

  • Whatsapp
tempat 3
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Meski akhir pekan ini disambut dengan libur panjang yang dimulai dengan perayaan Imlek, pemerintah mengimbau masyarakat untuk merayakannya dan “berlibur” di rumah saja.

Terdengar membosankan, tetapi, hal ini merupakan salah satu upaya menekan dan memutus rantai penyebaran COVID-19, sejalan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tetapi, jangan khawatir, karena terdapat sejumlah tempat wisata seperti museum yang menyediakan fitur tur virtual untuk masyarakat yang ingin liburan tanpa harus keluar rumah.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi masih menutup sementara layanan kunjungan hingga 22 Februari 2021 terkait dengan PPKM Mikro di pulau Jawa dan Bali.

“Ada layanan tur virtual bagi pengunjung, harus mendaftar dahulu sebelumnya. Berlaku pada hari biasa (Senin-Jumat),” kata perwakilan Museum Perumusan Naskah Proklamasi saat dihubungi RUMAHPUTIH, baru-baru ini.

Bagi Anda yang ingin mendaftar tur virtual, harus mendaftar terlebih dahulu di https://s.id/VTMPNP, dengan jumlah peserta minimal lima warga.

Baca juga: Museum MACAN siapkan pameran luring dan program virtual

Baca juga: Perlu libatkan swasta promosikan Museum Multatuli semoga mendunia

Tur gratis ini nantinya bakal dipandu oleh tim Bimbingan Edukasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang menjelaskah seputar kisah sekitar proklamasi, berkeliling museum juga menonton film dokumenter.

Museum Sumpah Pemuda

Museum ini belum bisa juga dikunjungi hingga 22 Februari 2021. Meski demikian, wisatawan yang tertarik untuk tetap berkunjung bisa juga mampir secara virtual melalui tautan bit.ly/vr_muspada.

Museum Kebangkitan Nasional

Museum ini baru membuka layanan pengunjung per 16 Februari 2021 dengan batas jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas. Pengunjung bisa juga berkunjung antara pukul 08.00-16.00 WIB sembari mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

BACA JUGA:  Pakar ingatkan lansia konsultasi ke dokter sebelum divaksin COVID-19

Museum ini juga mengadakan panduan kunjungan secara virtual yang gratis untuk rombongan atau individu yang bisa juga mendaftar di tautan bit.ly/DaftarVTMuskitnas.

Nantinya edukator dari museum bakal memandu pengunjung gara bisa juga merasakan pengalaman yang sama seperti berkunjung langsung. Tur virtual lewat aplikasi zoom bakal dilaksanakan bila peserta lebih dari 10 warga. Kunjungan virtual ini diselenggarakan pada 16 Februari, 19 Februari, 23 Februari dan 26 Februari.

Museum Nasional

Museum Nasional juga menutup layanan kunjungan mengikuti pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi mengendalikan penyebaran virus corona. Tetapi, murid-murid sekolah bisa juga berkunjung secara virtual tanpa dipungut biaya dengan mendaftarkan diri di bit.ly/museumdaring.

Tur virtual bakal dilangsungkan melalui metode webinar dengan kapasitas hingga 500 peserta. Edukator Museum Nasional bakal mengajak peserta berkeliling lewat aplikasi dengan cara interaktif. Pengunjung perorangan juga bisa juga mampir dari rumah dengan cara mengakses tautan https://www.museumnasional.or.id/virtual-tour.

Museum Basoeki Abdullah

Museum ini sebetulnya sudah dibuka mulai 11 Februari 2021 di mana pengunjung wajib mengikuti protokol kesehatan. Kapasitas satu ruangan dibatasi maksimal lima warga dan tiap pengunjung maksimal boleh melihat-lihat selama 60 menit.

Tetapi bakal ada pembukaan pameran secara daring pada 16 Februari 2021 yang bertajuk “Prestasi Karya Anak Muda, karya terpilih dari kegiatan lomba melukis sejak 2018-2020 bersama dengan 40 peserta dengan jumlah 45 karya.

Baca juga: UPTD Museum Sultra: 900 lebih koleksi museum terdeteksi hilang

Baca juga: Wisata virtual, ke candi, museum hingga bulan

Baca juga: Pengunjung dibatasi sesuai prokes, Museum Tsunami Aceh dibuka lagi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira & Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

BACA JUGA:  Cuci muka dengan sabun setiap ganti masker demi hindari jerawat

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *