Cadev naik, ekonom ini prediksi neraca pembayaran Indonesia tahun 2020 bakal surplus

  • Whatsapp
1409204837p

ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tahun terus diprediksi bakal mencetak surplus. Di tahun sebelumnya atau tahun 2019, NPI tercatat surplus US$ 4,7 miliar.

“NPI dipastikan bakal surplus karena cadangan devisa meningkat US$ 0,7 miliar dari US$ 135,2 miliar menjadi US$ 135,9 miliar pada akhir tahun,” kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, beberapa waktu terus.

Tak hanya itu, kinerja positif neraca transaksi berjalan pada kuartal IV-2020 juga diperkirakan masih bakal berlanjut meski hanya bakal terjadi surplus kecil atau sebesar 0,09% dari produk domestik bruto (PDB). Seperti yang kita tahu, neraca transaksi berjalan mencetak surplus US$ 1,0 miliar atau setara 0,4% PDB pada kuartal III-2020.

Dari sisi neraca perdagangan barang, neraca dagang di sepanjang tahun 2020 surplus US$ 21,74 miliar, yang didorong oleh nilai ekspor yang lebih besar daripada nilai impor. Nilai ekspor tercatat US$ 163,31 miliar dan nilai impor sebesar US$ 141,5 miliar.

Baca Juga: BI tetap optimistis Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2020 bakal surplus

Impor yang lebih kecil lantaran beberapa pelaku usaha menunda sejumlah kegiatan investasi dan produksi efek Covid-19, sehingga permintaan impor barang input tercatat turun. Padahal, sebenarnya sudah ada tanda-tanda perbaikan ekonomi di kuartal terakhir tahun 2020.

Sementara kinerja ekspor barang didorong oleh pemulihan ekonomi global sehingga meningkatkan permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia.

BACA JUGA:  Penurunan suku bunga acuan BI jadi sentimen positif utang pemerintah

Meski neraca barang surplus, tetapi neraca jasa diperkirakan bakal tetap defisit pada kuartal IV-2020. Selain itu, defisit pendapatan primer bakal menyempit secara musiman, dan surplus pendapatan sekunder tak bakal banyak berubah.

Kemudian, neraca transaksi finansial diperkirakan bakal mencatat surplus pada kuartal IV-2020, seiring dengan penguatan arus masuk investasi portofolio di tengah meredanya tekanan global, melimpahnya likuiditas global efek pelonggaran moneter, dan pengembalian aset keuangan domestik yang relatif membaik.

“Arus masuk investasi langsung juga terlihat meningkat di tengah implementasi Omnibus Law dan perjanjian RCEP, serta seiring dengan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif,” kata Faisal.

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *