Pengamat : Dampak Relaksasi Pajak Mobil Baru Tak Signifikan

  • Whatsapp
47739 ilustrasi mobil mewah

RUMAHPUTIH.COM – Pengamat otomotif nasional, Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, relaksasi pajak mobil baru tidak berperan signifikan dalam memulihkan industri otomotif di Indonesia.

Menurutnya, variabel pemulihan industri otomotif di Indonesia ditentukan beberapa hal yang lebih mendasar.

Read More

Pertama, pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Kedua merupakan inflasi. 

Jika APM (biro pemegang merek) tetap memasukkan nilai inflasi 2021 ini hingga 10 persen, terus kendaraan tersebut terkena PPnBM 0 persen (kelompok LCGC) – 15 persen (kelompok low MPV dengan TKDN diatas 70 persen), maka tidak ada perubahan harga yang signifikan.

Baca Juga:
Apa Itu PPnBM Mobil? Simak Tujuan dan Besar Tarifnya

Ilustrasi seorang perempuan membeli mobil (Shutterstock).
Ilustrasi seorang perempuan membeli mobil (Shutterstock).

“Karena, harga jual mobil tahun 2021 cenderung beda sedikit dengan harga mobil yang sama 2020,” ujar Yannes kepada RUMAHPUTIH.COM, Sabtu (13/2/2021).

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, siap mengucurkan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, dengan besaran potongan yang diberikan bertahap mulai Maret hingga Desember 2021.

Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal mau diberikan pada tiga bulan pertama, kemudian 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Besaran diskon pajak mau dievaluasi efektifitasnya setiap tiga bulan.

Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4×2.

Baca Juga:
Relaksasi PPnBM, Toyota Ambil Sikap Begini

Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan mempunyai local purchase di atas 70 persen.

BACA JUGA:  Piaggio Tunggu Kesiapan Dealer Boyong Vespa Bertenaga Listrik ke Indonesia

Keputusan itu diambil setelah dilakukan koordinasi antarkementerian dan diputuskan dalam rapat kabinet terbatas. Kebijakan diskon pajak ini nantinya menggunakan PPnBM yang ditanggung pemerintah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *