Honda Tanggapi Positif Rencana Relaksasi Pajak Mobil Baru

  • Whatsapp
o 1ao8t8l3am591vla1facevaoida

o 1ao8t8l3am591vla1facevaoida

RUMAHPUTIH.COM – PT Honda Prospect Motor (HPM) menanggapi positif terkait rencana pemerintah untuk memberikan relaksasi PPnBM hingga 0 persen terhadap penjualan mobil baru mulai di Tanah Air.

Read More

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengatakan, relaksasi pajak bakal menjadikan pasar otomotif semakin bergairah. Tapi untuk seberapa besar mampu mendongkrak masih belum dapat diperkirakan.

“Kami saat ini masih menunggu aturan detail dari kementrian terkait, jadi berapa besar penurunannya dan model apa saja yang masuk dalam relaksasi,” ujar Yusak Billy, saat dihubungi RUMAHPUTIH.COM, Jumat (12 Februari 2021).

Billy menambahkan, saat ini pihaknya tetap fokus dengan strategi penyegaran produk dan program penjualan yang meringankan konsumen untuk melakukan pembelian produk-produk Honda.

Baca Juga:
Toyota Sambut Baik Kebijakan Pemangkasan PPnBM dari Pemerintah

“Kami masih menunggu detail aturannya dari Kementrian terkait dulu. Jadi kami masih pelajari,” terangnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021.

“Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang bakal mencapai 81.752 unit,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan skenario besaran relaksasi PPnBM merupakan nol persen pada Maret-Mei, kemudian 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November 2021.

Dengan relaksasi itu, kata dia, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif bakal menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp 1,4 triliun.

BACA JUGA:  Bupati Hendy Siswanto Tambah Koleksi Mobil, Maung Pindad Jadi yang Terbaru

Baca Juga:
Airlangga: Relaksasi PPnBM Geliatkan Industri Otomotif dan Ekonomi Nasional

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *