Microsoft hingga Google dikabarkan meminta akuisisi Nvidia terhadap ARM dibatalkan

  • Whatsapp
696209331p

ILUSTRASI. Logo Nvidia. REUTERS/Robert Galbraith/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE – SEARCH ‘BUSINESS WEEK AHEAD 6 FEB’ FOR ALL IMAGES

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – NEW YORK. Microsoft, Google, dan Qualcomm masuk ke dalam daftar pihak yang protes atas akuisisi Nvidia terhadap ARM. Ketiganya meminta pihak terkait di AS untuk membatalkan kesepakatan ini. Mereka menganggap bahwa pembelian ini bakal merusak persaingan.

Dilansir dari Bloomberg Minggu (14/2), ketiga perusahaan tersebut masuk ke jajaran perusahaan yang meminta pembatalan kesepakatan yang bernilai US$ 40 miliar tersebut. 

Akuisisi ini bakal memberi Nvidia kendali atas pemasok penting yang melisensikan teknologi chip penting kepada perusahaan seperti Apple, Intel, Samsung, Amazon, dan Huawei.

Baca Juga: Biden: Jika diperlukan, memenangkan perang untuk jaga keamanan Amerika

NVIDIA mengklaim tidak ada kehendak untuk mengubah netralitas ARM. Perusahaan mengklaim pembelian ARM bukanlah alasan untuk mengubah apa yang tengah berfungsi, tetapi Bloomberg menyatakan bahwa perusahaan saingan dan banyak pihak lain tidak percaya bakal hal itu.

Sebelumnya pada 2016 terus, saat Softbank mengakuisisi ARM, pembelian tersebut tidak menimbulkan masalah antitrust karena konglomerat teknologi Jepang tersebut tidak mempunyai unit pembuat chip yang bersaing dengan pelanggan lain dari perusahaan Inggris tersebut.

Tapi akuisisi ARM oleh NVIDIA merupakan cerita yang berbeda, karena pembuat chip AS itu bersaing langsung dengan pelanggan ARM, seperti Qualcomm, Intel, Advanced Micro Devices, MediaTek Taiwan dan Samsung Electronics asal Korea Selatan.

BACA JUGA:  Respons pemerintah terkait absennya China dalam daftar investor SWF Indonesia

NVIDIA berkilah kalau akuisisi tersebut sebenarnya bertujuan untuk menggenjot pengembangan artificial intelligence (AI), yang juga merupakan fokus terbesar Nvidia. Dari mulai teknologi upscalling GPU berbasis machine learning sampai chip untuk mobil otonom.

“Ketika kami melanjutkan proses peninjauan, kami yakin bahwa regulator dan pelanggan bakal melihat manfaat dari rencana kami untuk melanjutkan model lisensi terbuka Arm dan memastikan hubungan yang transparan dan kolaboratif dengan lisensi Arm,” kata seorang juru bicara Nvidia dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: ByteDance sedang dalam pembicaraan untuk menjual aset TikTok di India

Pihak regulator di Amerika Serikat sendiri, yaitu Federal Trade Commission sendiri saat ini memang tengah menginvestigasi akuisisi ARM oleh Nvidia tersebut. Yaitu untuk memastikan apakah nantinya akuisisi tersebut bakal memberikan kekuasaan yang terlalu besar untuk Nvidia di bisnis pembuatan chip.

Sementara itu di Uni Eropa dan Inggris pun berjanji bakal menginvestigasi akuisisi secara menyeluruh. Mereka pun dipastikan bakal menerima lebih banyak protes, tak cuma dari Google, Microsoft, dan Qualcomm, melainkan juga dari beraneka perusahaan lain yang mungkin terdampak dari akuisisi ini.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *