American Airlines pertimbangkan cari utang baru

  • Whatsapp
469163601p

ILUSTRASI. American Airlines. REUTERS/Joshua Roberts/File Photo

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Handoyo .

Read More

RUMAHPUTIH.COM – AMERIKA. American Airlines Group Inc. tengah mencari pinjaman baru di pasar uang paling cepat Maret 2021. Nantinya, dana tersebut mau digunakan untuk membayar pinjaman dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang telah membantu perusahaan bertahan melewati pandemi. 

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (14/2), perusahaan tengah mencari investor potensial dalam kesepakatan hutang tersebut, menurut warga – warga yang mengetahui masalah ini. Sebelumnya pada tahun terus Goldman Sachs Group Inc., telah menyokong likuiditas United Airlines Holdings Inc. melalui program frequent flyer atau kepada pelanggan setia untuk menghindari utang baru.  

American, yang mendukung pinjaman treasury senilai US$ 7,5 miliar melalui program frequent flyer. Rencananya, perusahaan mau melakukan hal yang serupa untuk memperoleh pinjaman baru. Tetapi kesepakatan itu masih dapat berubah. 

Baca Juga: Investor was-was mau kondisi pasar saham AS usai pergerakan liar saham GameStop

Perusahaan mengatakan pada Mei terus, bahwa program loyalitas advantage mempunyai nilai  US$ 18 miliar hingga US$ 30 miliar. Saat itu, maskapai penerbangan ini sedang bernegoisasi dengan Departemen Keuangan untuk menggunakan sebagian asetnya sebagai jaminan pinjaman. 

Seperti diketahui, American berada di gelombang pertama sebagai operator yang memanfaatkan miliaran dolar pinjaman yang termasuk dalam kebijakan stimulus ekonomi senilai US$ 2 triliun.  

Goldman sedang tahap penjajakan dengan investor untuk pembiayaan kembali US$ 7 miliar hingga $ 9 miliar dalam beberapa bulan mendatang. Diskusi juga mencakup potensi bagi hasil 6% hingga 7%. Perwakilan dari Amerika dan Goldman Sachs menolak berkomentar. Maskapai ini masih mempertimbangkan, utang pemerintah mana yang lebih dulu mau dilunasi. 

BACA JUGA:  Facebook bakal batasi penyebaran konten milik militer Myanmar

Hingga saat ini bank sentral masih menopang perekonomian melalui penetapan suku bunga rendah. Alhasil, permintaan untuk utang dengan imbal hasil lebih tinggi telah melonjak, dan perusahaan dengan rating rendang bergegas masuk ke pasar obligasi untuk mengajukan pinjaman. 

American mendapat dorongan setelah sahamnya tersapu dalam reli di antara ekuitas yang sangat pendek dan sasaran empuk bagi pedagang di forum Wall Street Bets. Nilai saham perusahaan melonjak sebanyak 31% selama sesi perdagangan bulan terus. Di tengah hiruk pikuk perdagangan, maskapai ini mengumumkan rencana untuk menjual hingga US$ 1,1 miliar saham.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *