Meski Ada Insentif, Kendaraan Listrik Tak Langsung Ikut Terdorong

  • Whatsapp
39849 peresmian spklu 1

RUMAHPUTIH.COM – Konsultan properti Colliers International menyatakan masuknya kendaraan listrik dan baterai ke pasar tampaknya bakal menjadi bintang baru bagi sektor industri dan logistik di Indonesia.

Di sisi lain, bermacam kawasan industri di daerah harus siap menerima industri yang terkait dengan kendaraan listrik seperti pembuatan baterai mobil listrik. Demikian dikutip kantor berita Antara dari pemaparan Rivan Munansa, Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia, keterangan tertulis, Sabtu (13/2/2021).

Read More

“Masuknya industri-industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai memperlihatkan peluang besar bagi kawasan industri di Indonesia untuk menyambut bermacam jenis industri lainnya,” jelasnya.

Bakal tetapi, barang konsumsi dan e-commerce bakal terus meluas, juga data center serta fasilitas cold storage masih tetap berkembang, seperti halnya bermacam industri lainnya.

Pengemudi taksi online melakukan pengisian daya pada mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020). [RUMAHPUTIH.COM/Angga Budhiyanto]
Pengemudi taksi online melakukan pengisian daya pada mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta, Selasa (6/10/2020).   Sebagai ilustrasi [RUMAHPUTIH.COM/Angga Budhiyanto]

“Dengan mempertimbangkan potensi dan peluang serta bermacam langkah khusus yang dilakukan pemerintah, kesiapan sektor industri untuk menyambut industri baru terlihat positif. Ini memberikan peluang yang luar biasa bagi sektor industri dan iklim investasi di Indonesia,” tambah Rivan Munansa.

Pemerintah Indonesia memang terus mengupayakan tumbuhnya ekosistem kendaraan bermotor listrik. Meski pun penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dinilai bakal berjalan secara bertahap.

Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi, dalam jumpa pers virtual, sepekan terus (5/2/2021) mengatakan pemerintah pun telah menyiapkan insentif untuk dapat mendorong kendaraan listrik, salah satunya dengan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tahun ini.

“Jadi memang kalau saya lihat sudah ada regulasinya yang bakal berlaku di akhir tahun ini, PPnBM untuk mobil listrik ini nol persen. PPnBMnya ini bakal nol pada Oktober atau November. Jadi kalau mau beli mobil listrik, tunggu saja dulu sampai akhir tahun,” katanya.

BACA JUGA:  Heboh, Detik-detik Pikap Bermuatan Terguling saat Melintas di Tanjakan

Meski pemerintah telah menyiapkan insentif, Septian Hario Seto menilai kebijakan itu tidak bakal serta merta mendorong penggunaan kendaraan listrik secara signifikan. Hal itu, lanjut dia, juga lantaran kondisi Indonesia yang luas dan berupa kepulauan. Belum lagi jika nanti dibandingkan dengan insentif untuk kendaraan konvensional dan mobil hybrid.

“Bahkan dengan permodelan yang kami buat, walaupun PPnBM dinolkan, insentif kami berikan lebih banyak untuk mobil listrik, kami lihat ini bakal gradual (bertahap) penetrasinya,” imbuh Septian Hario Seto.

Ia juga memperkirakan pembangunan infrastruktur di negara seluas Indonesia bakal membutuhkan waktu sehingga penetrasi kendaraan listrik bakal terjadi bertahap di seluruh penjuru Tanah Air.

Dan masih diperlukan analisis mendalam untuk menilai kesiapan kawasan listrik dalam menerima masuknya tipe industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *