ByteDance sedang dalam pembicaraan untuk menjual aset TikTok di India

  • Whatsapp
1272464187p

ILUSTRASI. Logo TikTok. REUTERS/Mike Blake

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – NEW DELHI. ByteDance Ltd. dikatakan sedang menjajaki penjualan operasional TikTok di India untuk menyaingi unicorn Glance, dalam upaya untuk menghidupkan kembali aplikasi berbagi video pendek yang pernah berkembang pesat yang telah dilarang tanpa batas waktu yang jelas di negara Asia Selatan itu.

Dilansir dari Bloomberg Sabtu (13/2), menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan, diskusi tersebut diprakarsai oleh konglomerat SoftBank Group Corp, InMobi Pte serta induk TikTok di Cina, ByteDance.

Sejumlah sumber bilang diskusi tersebut melibatkan empat sisi. Pembicaraan dilakukan antara SoftBank, ByteDance dan Glance dan kesepakatan apa pun bakal membutuhkan persetujuan akhir dari otoritas India. 

Baca Juga: Misi Tianwen-1 China memasuki orbit Mars, berencana mendarat pada Mei

Sebelumnya India melarang ribuan aplikasi China termasuk TikTok tahun terus menyusul permusuhan hebat di perbatasan India-China.

Beberapa sumber bilang, jika pembicaraan berlanjut, pemerintah India bakal bersikeras bahwa data pengguna dan teknologi TikTok tetap di dalam perbatasannya.

Hal itu karena hubungan antara New Delhi dan Beijing masih tegang, dan India tidak bakal memberikan izin kepada perusahaan teknologi yang berbasis di China.

Aturan baru China seputar ekspor teknologi membikin negosiasi menjadi lebih rumit, dan setiap penjualan TikTok memerlukan persetujuan dari otoritas China.

Pembalikan dramatis dalam keberuntungan TikTok terjadi musim panas terus setelah aplikasi tersebut mencapai lebih dari 200 juta pengguna di India yang merupakan pasar terbesarnya. 

BACA JUGA:  Indonesia masuk 10 besar negara dengan kasus mingguan virus corona tertinggi di dunia

Baca Juga: Jepang dihantam gempa besar, ratusan warga dilaporkan terluka

Pemerintah India mengutip ancaman terhadap kedaulatan dan keamanannya untuk melarang banyak aplikasi China seperti TikTok yang didukung kecerdasan buatan, dan bulan terus mengindikasikan larangan itu bersifat permanen. 

ByteDance kemudian mulai melepaskan operasional lokalnya dan memecat ratusan karyawan di India.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *