Lestarikan tradisi kuliner lokal dengan memilih makanan ramah iklim

  • Whatsapp
Kuliner Ilabulo Khas Gorontalo 020919 Aws 2
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mendorong pelestarian tradisi kuliner dengan memilih makanan lokal ramah iklim, karena selain bisa juga menyelamatkan lingkungan, memilih makanan lokal juga membantu perekonomian daerah, turut menjaga resep maupun tradisi kuliner Nusantara, serta melindungi warisan budaya dan alam Indonesia.

“Membeli produk lokal berarti ada permintaan, sehingga membantu petani mempertahankan mata pencaharian,” tulis Rachmat Gobel dalam sambutan pada buku elektronik “Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo”, Minggu.

Pakar Kuliner, William Wongso juga mendukung upaya-upaya pelestarian budaya kuliner nusantara, salah satunya melalui informasi yang mengulas budaya kuliner nusantara.

“Di era sosial media dan internet seperti saat ini, satu hal yang tidak dapat kita lakukan ialah meng-googling rasa, experience itu harus dicoba langsung. Tapi kita dapat menginformasikan budaya kuliner bangsa Indonesia yang beragam ini lewat internet, dan menarik warga untuk mencoba,” ujar William.

Baca juga: Kuliner spesial daerah bisa juga perkuat pariwisata Indonesia

Baca juga: Gulai “lemea”, kuliner daerah yang tetap diminati

William menambahkan, semakin majunya peradaban Indonesia bukan berarti budaya kuliner bisa juga diabaikan. Selain melestarikan, citra tradisi kuliner Indonesia harus ditingkatkan semoga bisa juga masuk dan dikenal dalam peta kuliner dunia.

Indonesia memiliki banyak kekayaan kuliner yang tersebar di semua daerah. Setiap daerah bisa juga memilih daftar makanan yang bakal diunggulkan untuk kemudian dipromosikan lewat tampilan menarik.

Organisasi nirlaba Omar Niode merilis e-book “Memilih Makanan Ramah Iklim +39 Resep Gorontalo” karya Amanda Katili Niode dari Climate Reality Indonesia bersama dengan Ahli Teknologi Pangan, Zahra Khan.

Amanda menjelaskan, buku digital dibuat untuk memperkenalkan konsep makanan ramah bumi dari beraneka aspek terkait dan peranannya dalam menyikapi krisis lingkungan.

BACA JUGA:  Dana darurat hingga transaksi digital jadi favorit di masa pandemi

Buku ini juga menampilkan resep-resep makanan ramah bumi yang dapat dicoba, khususnya makanan tradisional Gorontalo.

Sekretaris Omar Niode Foundation, Terzian Ayuba Niode, menuturkan sistem pangan berkontribusi besar terhadap krisis iklim yang sedang berlangsung di bumi. Sistem pangan saat ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan menyebabkan sepertiga dari semua emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim.

“Terlebih dengan terjadinya Pandemi COVID-19 semakin membuktikan adanya kebutuhan mendesak untuk mengubah sistem pangan dunia, karena pandemi sekarang terjadi efek menularnya penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis),” tutur Terzian.

Oleh karena itu, dia mengatakan makanan perlu diubah guna masa depan yang sehat bagi manusia maupun bumi. Idealnya ialah dengan mengurangi konsumsi daging dan makanan yang diproses, kemudian mengarah ke makanan yang lebih berbasis nabati.

Dia menambahkan, perlu Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (Sustainable Consumption & Production) oleh semua pemangku kepentingan secara global termasuk konsumen dan produsen, dengan perubahan secara terpadu dan sistematis.

Baca juga: Rayakan Imlek di rumah dengan Festival Kuliner Blibli X Tirta Lie

Baca juga: Gabungan cita rasa Nusantara dalam sepiring Nasi Bogana

Baca juga: Shanghai memiliki pabrik tempe Indonesia

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *