COVID-19 diprediksi dapat jadi penyakit musiman seperti flu

  • Whatsapp
student 5520411 1280
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Di tengah harapan enyahnya COVID-19 dari muka bumi seiring diberlakukannya protokol kesehatan dan vaksinasi, para ahli kesehatan memperingatkan virus SARS-CoV-2 mungkin bersama dengan semua warga selamanya, meski tak berarti bakal selalu menjadi wabah yang mematikan.

“Virus corona bakal tetap ada. Pemberantasan virus corona baru ini pada dasarnya tidak mungkin dilakukan,” kata Kepala Bagian Inovasi di Boston Children’s Hospital sekaligus kontributor ABC News, Dr. John Brownstein, seperti dikutip dari laman ABC News, Minggu.

Hal senada diungkapkan Direktur Pusat Pendidikan Vaksin sekalifus profesor pediatrik di Divisi Penyakit Menular Children’s Hospital of Philadelphia, Dr. Paul Offit.

Baca juga: Apakah virus corona dapat menjadi endemik?

Baca juga: PDEI: Komunikasi dengan negara endemik penting lacak potensi Covid-19

Dia mengaku tidak yakin orang-orang bakal benar-benar menghilangkan virus penyebab COVID-19 ini. Akan tetapi, apabila virus bertahan, vaksin dan obat baru untuk melawannya tidak mungkin menyebabkan penyakit menjadi parah di masa depan.

“Pada akhirnya, (virus) itu bakal menyebabkan lebih sedikit kematian daripada influenza,” tutur dia.

Para pakar kesehatan menyatakan, ada kemungkinan, COVID-19 dapat menjadi penyakit musiman seperti flu. Ahli virologi menyebutnya sebagai penyakit endemik atau penyakit yang terus-menerus beredar di antara manusia.

Dalam tahun-tahun hingga dekade mendatang, banyak warga bakal terpapar pada masa kanak-kanak dan mengembangkan beberapa kekebalan yang bakal melindungi mereka di kemudian hari dari penyakit serius.

Sementara itu, vaksin saat ini telah memperlihatkan keberhasilan besar dalam mencegah penyakit yang bergejala dan parah, yang bakal membantu menyelamatkan nyawa meskipun virus terus menular pada tingkat yang rendah.

“Saya pikir bakal menjadi (penyakit) musiman. Semua infeksi virus pernapasan akut,” kata ahli epidemiologi dan ahli biologi evolusi di Universitas of Chicago, Sarah Cobey.

BACA JUGA:  IDI harap vaksinasi COVID-19 "drive thru" dapat di seluruh Indonesia

Para ahli belum tahu berapa lama kekebalan bertahan setelah infeksi COVID-19, meskipun bukti tampaknya memperlihatkan COVID-19 tidak mungkin memberi Anda kekebalan seumur hidup.

Tetapi bahkan jika Anda terinfeksi lagi, infeksi kedua kemungkinan tidak bakal terlalu serius dan mungkin tidak bakal membikin Anda sakit seperti saat terkena yang pertama.

Karena ketidakpastian seputar kekebalan setelah menerima vaksin, masih terlalu dini untuk menentukan apakah warga bakal memerlukan suntikan COVID-19 tahunan.

Jadi, meskipun para ahli mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi masa depan, mereka sepakat virus yang menyebabkan COVID-19 tidak mungkin sepenuhnya diberantas oleh vaksin dan tindakan pencegahan saat ini.

Sebaliknya, kemungkinan bakal menjadi penyakit yang lebih ringan yang dapat ditangani secara musiman, seperti flu tahunan.

Baca juga: PM Inggris: Vaksinasi COVID-19 bakal diberikan rutin seperti vaksin flu

Baca juga: Hoaks, COVID-19 disebut sebagai flu biasa

Baca juga: Pakar: dunia harus rasional sikapi kasus kematian vaksinasi Korsel

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *