The Fed masukkan skenario pengangguran dan penurunan saham di stress test perbankan

  • Whatsapp
422713581p

ILUSTRASI. The Fed. REUTERS/Kevin Lamarque/File Photo

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Federal Reserve (The Fed) tidak bakal menarik pembatasan pembagian dividen dalam stress test terbarunya. Bank sentral ini  juga bakal menambah skenario hipotesis bagi bank-bank yang terdaftar di Wall Street dalam pengujian ketahanan terbaru itu yang mencakup  lonjakan pengangguran dan penurunan pasar saham.

The Fed merinci skenario kondisi perbankan dalam pernyataannya pada Jumat (12/2). Akan tetapi,  tidak memberikan tanda-tanda bakal melonggarkan pembatasan pembayaran dividen di tengah pandemi Covid-19. 

Dalam stress test tahap kedua yang dilakukan pada tahun 2020, The Fed meningkatkan skenario tekanan yang dihadapi biar lebih mencerminkan bagaimana dampak nyata dari pandemi. Ini merupakan pertama kalinya bank sentral melakukan stress test dua kali dalam setahun.

The Fed masih berpegang teguh larangan yang diberlakukan dalam stress test terbarunya untuk menguji apakah bank dapat terus menyalurkan kredit jika pengangguran naik lebih dari 4% menjadi hampir 11%, saham anjlok lebih dari 50% dan valuasi properti komersial turun 40%. 

Baca Juga: Vaksin, Resep Pulihnya Ekonomi dan Saham Indonesia

Bank sentral Amerika Serikat (AS) ini menyesuaikan skenario baru setiap tahun guna memastikan bursa saham Wall Street dapat bertahan menghadapi krisis. Pandemi Covid-19 merupakan hambatan ekonomi terbesar sejak stress test yang dilakukan pasca krisis keuangan 2008. 

Pengujian terhadap daya tahan sistem keuangan perbankan tahun ini hanya menargetkan 19 institusi terbesar dan paling kompleks.  Sementara bank daerah yang lebih kecil tidak dimasukkan karena peralihan baru-baru ini ke siklus dua tahunan.

BACA JUGA:  Berpegangan tangan dengan Donald Trump, Theresa May cemas dan telepon suami

Wakil Ketua Pengawas The Fed Randal Quarles mengatakan, sektor perbankan telah memberikan dukungan penting untuk pemulihan ekonomi selama setahun terakhir. “Meskipun masih ada ketidakpastian, uji tekanan ini bakal memberikan informasi tambahan kepada publik tentang ketahanannya,” katanya dalam pernyataannya dikutip Bloomberg.

Hasil stress test umumnya menentukan berapa banyak kelebihan kas bank yang dapat dikembalikan kepada investor melalui pembelian kembali saham dan pembagian dividen. Akan tetapi selama pandemi, The Fed membatasi buyback tetapi itu sudah dilonggarkan akhir tahun terus.  Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc telah mulai membeli kembali saham mereka.

Semua bank besar berhasil dengan baik pada putaran terakhir stress test sehingga diperkirakan kinerjanya bakal membaik. Pada akhir 2021, mereka mungkin kembali ke jalur normal untuk menentukan berapa banyak modal yang dapat mereka kembalikan kepada investor, yang bakal bergantung pada hasil dari skenario baru yang bakal diumumkan pada 30 Juni itu. 

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *