Wabah Ebola baru merebak, Guinea minta bantuan WHO

  • Whatsapp
9357967p

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

RUMAHPUTIH.COM – CONAKRY. Guinea pada hari Minggu (14/2) mengumumkan adanya wabah Ebola baru setelah tiga warga meninggal dunia dan dinyatakan positif terinfeksi Ebola. Saat ini empat warga lainnya masih dirawat. Ini merupakan pertama kalinya Ebola muncul setelah fase terparahnya muncul pada tahun 2013-2016 silam.

Read More

Dilansir dari Reuters, para pasien mengalami gejala seperti diare, muntah dan pendarahan. Gejala mulai muncul setelah mereka menghadiri pemakaman di sub-prefektur Goueke.

Pemakama berlangsung pada 1 Februari terus. Warga yang dimakamkan ialah seorang perawat di pusat kesehatan setempat dan meninggal setelah dipindahkan untuk perawatan ke Nzerekore, sebuah kota dekat perbatasan dengan Liberia dan Pantai Gading.

“Menghadapi situasi seperti ini dan sesuai dengan peraturan kesehatan internasional, pemerintah Guinea mengumumkan epidemi Ebola,” ungkap Kementerian Kesehatan Guinea dalam pertanyaanya, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Virus corona varian Inggris diramal bakal semakin dominan di AS pada akhir Maret

Bagi Guinea, kehadiran Ebola dipastikan memberikan tekanan yang lebih berat pada layanan kesehatan mengingat negara ini juga sedang menghadapi Covid-19. Negara berpenduduk sekitar 12 juta warga ini sekarang  mencatat 14.895 infeksi virus corona dan 84 kematian.

Kementerian Kesehatan Guinea saat ini sudah menugaskan petugas kesehatan untuk melacak dan mengisolasi kontak kasus Ebola dan bakal membuka pusat perawatan di Goueke.

Guinea juga sudah meminta bantuan WHO terkait ketersediaan vaksin yang beberapa tahun terus telah terbukti ampuh melawan penyakit ini.

BACA JUGA:  Data Vaksinasi Covid-19 (18 Feb 2021): Vaksinasi ke-1 = 1.164.144 dan ke-2 = 623.832

Baca Juga: Masyarakat ASEAN menilai China sebagai negara yang paling membantu selama pandemi




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *