Ekspor dan belanja modal naik, ekonomi Jepang berangsur pulih

  • Whatsapp
988726475p

ILUSTRASI. Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19). REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – TOKYO. Ekonomi Jepang tumbuh lebih dari ekspektasi di kuartal IV 2020, memperpanjang masa pemulihan dari resesi terburuk berkat rebound dari permintaan luar negeri yang mendorong ekspor dan belanja modal. Tetapi, pemulihan itu melambat dari periode di kuartal III 2020 terus. 

Belum lagi, adanya perintah pembatasan darurat wilayah yang mengaburkan prospek. Hal ini sekaligus menggarisbawahi tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan dalam mencegah penyebaran Covid-19 tanpa menghentikan pemulihan ekonomi, terutama di sektor konsumsi yang terpukul. 

“Kondisi sedemikian rupa sehingga Jepang tidak dapat menghindari pertumbuhan negatif di kuartal pertama,” kata Takumi Tsunoda, Ekonom Senior di Shinkin Central Bank Research seperti dikutip Reuters, Senin (15/2). 

Baca Juga: Wabah Ebola baru merebak, Guinea minta bantuan WHO

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa ada kemungkinan besar mau ada siklus berulang dari infeksi virus korona yang menyebar dan diatasi tahun ini. Hal ini berarti, segmen konsumsi tidak mau mungkin pulih pada kecepatan yang diharapkan. 

Ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mencatat tumbuh 12,7% tahunan pada Oktober-Desember menurut data pemerintah, melebihi perkiraan pasar yang diproyeksi tumbuh sekitar 9,5%. 

Akan tetapi, laju tersebut masih lebih lambat dari lonjakan 22,7% yang direvisi pada kuartal sebelumnya, ketika ekonomi mendapat dorongan dari permintaan yang terpendam setelah keadaan darurat sebelumnya dicabut pada bulan Mei terus. 

BACA JUGA:  Mengejutkan! Mantan penasihat: Trump ingin melenyapkan Assad

Selama setahun penuh dilanda virus corona, ekonomi Jepang terkontraksi sekitar 4,8%, penurunan tahunan pertama sejak tahun 2009. Tetapi, kinerja Oktober-Desember Jepang jauh lebih kuat dibandingkan pertumbuhan Amerika Serikat (AS) sebesar 45 dan penurunan 2,8% di kawasan Eropa. 

Baca Juga: Seekor kucing peliharaan di Seoul positif Covid-19

Itu artinya, dengan pertumbuhan yang solid selama dua kuartal berturut-turut, ekonomi Jepang kemungkinan berhasil menutup 90% dari kerugian yang disebabkan pandemi, menurut analis. “Pemulihan Jepang berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan semula,” kata Yoshiki Shinke, Kepala Ekonom di Dai-ichi Life Research Institute. 

Meski begitu, Shinke menjelaskan bahwa masih ada jarak untuk mencapai normalisasi. Kabar baiknya, ekonomi sejatinya sudah mulai pulih ke tingkat sebelum pandemi. 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *