Pedagang pasar vaksinasi tahap kedua Rabu (17/2), petugas publik mulai pekan depan

  • Whatsapp
1727973998p

ILUSTRASI. Juru Bicara Vaksin Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat usia lanjut (lansia) secara umum mau dimulai pada minggu depan.

Akan tetapi, sebagai pilot projet pada Rabu,  17 Februari 2021 mau mulai dilakukan vaksinasi pertama kepada pedagang pasar yang ada di Tanah Abang, Jakarta.

“Petugas pemberi layanan publik mau kita mulai secara umum itu minggu depan tapi besok [Rabu] itu mulai pemberian ke pedagang pasar,” kata Nadia saat Konferensi Pers Daring pada Senin (15/2).

Pedagang pasar menjadi prioritas lantaran, pasar menjadi lokasi dengan interaksi dan mobilitas warga yang sangat besar. Oleh karenanya pedagang pasar ditunjuk menjadi prioritas tanpa memperhatikan kedudukan tempat tinggalnya dan kewilayahannya.

Lebih lanjut, lazimnya penentuan vaksinasi berdasarkan kewilayahan misalnya di mana dia tinggal sehingga dilakukan vaksinasi. Tak hanya di lingkup pasar, nantinya prioritas vaksinasi tahap kedua juga menyasar tempat-tempat pariwisata.

Baca Juga: Pastikan distribusi vaksin tahap kedua berjalan lancar, pemerintah gandeng swasta

“Kita kelompokkan misalnya bahwa klaster pasar Tanah Abang semua kita lakukan vaksinasi karena sebagian besar aktivitas daripada masyarakat itu mau berada di pasar Tanah Abang. Jadi interaksinya mau terjadi banyak di pasar tersebut itulah pendekatan klaster dalam hal ini yang berbeda dengan pendekatan yang lazimnya kita lakukan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ekonom Bank Mandiri prediksi neraca pembayaran Indonesia tahun terus bakal surplus

Vaksinasi bagi petugas pelayanan publik mau dikonsentrasikan 70% di Jawa-Bali. Dimana mau dimulai dengan Ibukota Provinsi dan Kabupaten/Kota yang merupakan penyangga Provinsi. Hal tersebut  karena kasus paling banyak dan mobilitas paling banyak terjadi.

“Yang kita tahu secara epidemiologi penyakit Covid-19 ini paling cepat penularannya dampak karena mobilitas. Ini yang kita maksud sebagai pendekatan klaster atau pendekatan secara memperhatikan zona risiko,” kata Nadia.

Adapun untuk vaksinasi kepada lansia, Nadia mengungkapkan beberapa provinsi sudah melakukan vaksinasi tetapi baru ditujukan kepada lansia di atas 60 tahun yang menjadi petugas kesehatan. Vaksinasi kepada lansia diharapkan dapat terselesaikan pada periode Februari sampai dengan April.

Percepatan vaksinasi kepada lansia mengingat bahwa kelompok masyarakat ini merupakan paling rentan terhadap penularan Covid-19. Dimana mayoritas kematian yang terjadi karena Covid-19 berasal dari kelompok masyarakat lansia.

“Kita tahu angka kematian yang tentunya sangat rentan pada kelompok lanjut usia,” imbuhnya.

Baca Juga: Vaksinasi tahap dua, pemerintah sasar petugas pelayanan publik hingga pedagang pasar

Rentang waktu pemberian dosis kedua kepada lansia ialah 28 hari. Kemudian untuk suntikan kedua bagi penerima vaksin usia 18 tahun-59 tahun diberikan dalam rentang waktu 14 hari.

Kemudian untuk ketersediaan vaksin, pemerintah sudah menghitung kebutuhan dari penerima 181,5 juta warga. Data tersebut disebut sudah termasuk penyintas Covid-19 dan juga penduduk usia 18 tahun-59 tahun tanpa komobid serta komorbid terkontrol.

“Perhitungan jumlah vaksin ini masih mencukupi untuk sampai 426 juta dosis. Nah perlu diingat juga 426 juta dosis itu sudah ditambah waste rate-nya sekitar 15% jadi ada space di sana,” ungkapnya.

 



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *