Cofounder Bumble menjadi miliarder perempuan termuda di dunia berkat IPO

  • Whatsapp
2073220710p

Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli

RUMAHPUTIH.COM –  JAKARTA. Co Founder Bumble, Whitney Wolfe Herd, mencatat kekayaan bersih sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun pada penutupan pasar saham pekan terus setelah saham perusahaan aplikasi kencan, Bumble melonjak saat IPO pada hari Kamis (11/2).

Read More

Kenaikan saham Bumble yang hampir 12% menghantarkan Whitney Wolfe Herd menjadi perempuan miliarder termuda di dunia.  Saham Bumble dibuka pada harga US$ 76,  jauh lebih tinggi dari harga IPO US$ 43 per saham.

Perusahaan melakukan debutnya beberapa jam setelah pasar dibuka pada hari Kamis.

Mengutip Forbes, menurut prospektus Bumble, Wolfe Herd mempunyai 21,54 juta saham atau setara dengan 11,6% saham di perusahaan tersebut. Selain menjadi miliarder perempuan termuda di dunia, dia juga CEO perempuan termuda yang pernah membawa perusahaan go publik di AS.

Bumble merupakan aplikasi kencan besar kedua yang go public, setelah Match.com parent Match Group’s IPO pada 2015.

Baca Juga: Bakal IPO tahun depan, valuasi aplikasi kencan Bumble ditaksir capai US$ 8 miliar

Match Group’s mencoba membeli perusahaan Wolfe Herd pada 2017 seharga US$ 450 juta. Dengan US$ 76 per saham Kamis sore, kapitalisasi pasar Bumble ialah US$ 8,6 miliar. Match Group, yang juga mempunyai aplikasi kencan Tinder, mempunyai kapitalisasi pasar US$ 45 miliar.

Bumble melaporkan pendapatan US$ 417 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, naik dari US$ 363 juta selama jangka waktu yang sama pada tahun 2019.

BACA JUGA:  Pendaftaran vaksin Covid-19 bagi lansia di 34 provinsi, berikut link-nya

Match Group’s jauh lebih besar: Grup ini melaporkan pendapatan US$ 1,7 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2020 dan US$ 1,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Sebagai hasil dari penawaran umum, perusahaan yang berbasis di Austin itu mengumpulkan US$ 2,2 miliar. Sebagian besar dana yang terkumpul dalam penawaran mau digunakan untuk membeli atau menebus saham dari pemilik pra-IPO yaitu perusahaan ekuitas swasta Blackstone, yang mempunyai hampir 91% sebelum penawaran, dan Wolfe Herd.

Prospektus tersebut juga merinci pinjaman US$ 120 juta yang diberikan perusahaan kepada Wolfe Herd pada Januari 2020, yang diselesaikan setahun kemudian setelah Wolfe Herd kehilangan saham Bumble senilai US$ 95,5 juta.

Baca Juga: Merek tuna terkenal di Amerika bangkrut, berencana jual aset ke Taiwan

Wolfe Herd mendirikan Bumble pada 2014 tak lama setelah dia menuntut Tinder, majikan sebelumnya, atas pelecehan seksual. Dia menuduh bahwa mantan bos dan pacarnya, Justin Mateen, telah mengirim ancaman, teks yang menghina, dan mencabut gelar pendiri bersama dengan di Tinder. Tinder membantah melakukan kesalahan, dan kasus itu diselesaikan dengan cepat dan rahasia.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *