Ada diskon PPnBM mobil baru, ini kata DDTC

  • Whatsapp
903370692p

ILUSTRASI. Calon konsumen berdiskusi mengenai kendaraan terbaru di dealer mobil Honda, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (19/10). KONTAN/Baihaki/19/10/2020

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah bakal memberikan insentif PPnBM mobil selama sembilan bulan, mulai dari 1 Maret 2021. Adapun jenis mobil yang disuntik insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yakni mobil sedan 4×2 kurang dari 1.500 cc. Insentif fiskal ini diberikan dalam tiga tahapan. 

Periode pertama yakni 1 Maret-1 Juni 2021 diskon PPnBM yang diberikan sebesar 100%, alias dibebaskan. Periode kedua, potongan PPnBM sebesar 50% diberikan pada 2 Juni-1 September 2021. Periode ketiga, diskon PPnBM sebesar 30% pada 2 September-1 Desember 2021. 

Airlangga menyampaikan insentif PPnBM mobil diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri manufaktur, karena kontribusinya sektor ini ke produk domestik bruto (PDB) sebesar 19,88%. Tetapi demikian, Menko tidak menginformasikan besaran pertumbuhan sektor manufaktur yang dapat ditimbulkan imbas pemberian insentif PPnBM mobil.

Baca Juga: Begini dampak insentif diskon pajak PPnBM mobil bagi bisnis multifinance

Dirinya, hanya meyakini PPnBM mobil dapat mendorong dunia usaha. Airlangga menghitung insentif fiskal ini dapat meningkatkan produksi mobil mencapai 81.752 unit. Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikondo) menargetkan tahun ini produksi mobil dapat mencapai 750.000 unit.

Artinya, insentif PPnBM mobil mampu menstimulus produksi mobil hingga 10,9% menjadi 831.752 unit. “Industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang terkena dampak pandemi Covid-19 paling besar.  Untuk meningkatkan pembelian dan produksi Kendaraan Bermotor (KB),” kata Airlangga, Kamis pekan terus. 

BACA JUGA:  Pemerintah buka pintu bagi turis asing, ini syaratnya

Menko Perekonomian menekankan pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif bakal membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Menurutnya, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai mempunyai keterkaitan dengan industri pendukung, yakni industri bahan baku berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

Baca Juga: Ekonom Indef beberkan kenapa insentif PPnBM mobil tak efektif ungkit ekonomi

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji mengatakan sektor otomotif mempunyai dampak pengganda kepada sektor lain. Dengan demikian, insentif PPnBM dapat memberikan potensi penerimaan dari basis pajak lainnya. 

Kendati demikian, Bawono menilai pemerintah perlu mencermati besaran diskon PPnBM mobil, karena ini bakal menentukan daya beli masyarakat terhadap mobil baru khususnya yang dirakit di dalam negeri. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *