Warga yang sudah divaksin Covid-19 masih mungkin tertular, ini penjelasan Kemenkes

  • Whatsapp
543204209p

ILUSTRASI. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 masih mungkin tertular virus corona.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 masih mungkin tertular virus corona. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. 

Tetapi demikian, vaksinasi menjadikan tubuh warga tersebut menjadi lebih kuat dari serangan virus. “Masih mungkin dia untuk diserang virus Covid-19. Tapi dengan dia memiliki vaksin dia memiliki pertahanan yang artinya nanti menjadikan dia tidak menjadi sakit,” kata Nadia melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/2/2021). 

Nadia mengatakan, hasil uji klinis terhadap vaksin Covid-19 menyebutkan bahwa vaksin tersebut melindungi tubuh dari gejala virus corona di level berat hingga mematikan. 

Oleh karenanya, vaksin diharapkan menjadi solusi bagi seseorang yang terserang virus corona, bahkan dengan jumlah virus yang lebih banyak dan kuat. 

Baca Juga: Wujud kehati-hatian, ini aturan vaksinasi Covid-19 bagi lansia

“Jadi kita dapat melihat proteksi yang betul-betul diberikan oleh vaksin ini ialah mencegah kita kalau sakit menjadi sakitnya bertambah parah,” terang Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes itu. 

Menurut Nadia, vaksin mau membentuk antibodi atau imunogenitas pada warga yang telah disuntik. Ketika seseorang disuntik vaksin dosis pertama, diperkirakan antibodi yang terbentuk mencapai 60%.

BACA JUGA:  Di Laut China Selatan, China bangun anjungan migas yang diklaim terbesar di dunia

Baca Juga: Pemerintah masih menggodok regulasi pelibatan swasta dalam vaksinasi Covid-19

Antibodi diharapkan meningkat menjadi 95% 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua. Oleh karenanya, kata Nadia, penyuntikan vaksin dosis kedua menjadi sangat penting. 

“Jadi sebagian besar dari vaksin untuk Covid-19 ini imunogenitas atau antibodi yang kita harapkan lebih dari 95%. Itu baru dapat tercapai setelah dua kali suntikan dalam rentang waktu tertentu,” kata dia. 

Adapun vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo menjadi warga pertama di Tanah Air yang disuntik vaksin. 

Saat ini vaksinasi terus berlanjut ke seluruh pelosok negeri dan memprioritaskan tenaga kesehatan. Ditargetkan vaksinasi menjangkau 70% penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa dan selesai dalam waktu satu tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kemenkes: Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Masih Mungkin Tertular Virus Corona”
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Dani Prabowo

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *