Penelitian WHO, China bohongi dunia soal kasus Covid-19 di Wuhan

  • Whatsapp
1403743643p

ILUSTRASI. Peter Ben Embarek, anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)Penelitian WHO, China bohongi dunia soal kasus Covid-19 di Wuhan. REUTERS/Aly Song

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Read More

RUMAHPUTIH.COM – Jenewa. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menuding pemerintah China membohongi publik global tentang pandemi virus corona. Tim ahli dari WHO menemukan sinyal bahwa Covid-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China, pada 2019 sebenarnya jauh lebih luas daripada yang diperkirakan.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu tim ahli dari WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 di Wuhan beberapa waktu terus, Peter Ben Embarek, kepada CNN. Embarek mengatakan, pihaknya mendesak untuk memperoleh akses terhadap ratusan ribu sampel darah di Wuhan. Tetapi, otoritas China sejauh ini belum mengizinkan permintaan itu.

Embarek mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara bahwa upaya penyelidikan tersebut telah menemukan beberapa tanda penyebaran Covid-19 pada 2019 yang lebih luas. Dia juga menyebut ada lebih dari selusin strain virus yang sudah ada di Wuhan pada Desember 2019 sebagaimana dilansir dari 9News, Senin (15/2/2021).

Tim tersebut juga mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan pasien pertama yang menurut pejabat China telah terinfeksi tanpa catatan riwayat perjalanan. Dia dilaporkan terinfeksi pada 8 Desember 2019.

Baca juga: Ini persiapan pemerintah untuk ajak swasta lakukan vaksin Covid-19 mandiri

Keterlambatan data yang lebih rinci yang dikumpulkan oleh tim dari WHO itu dapat menambah kekhawatiran para ilmuwan lain yang meneliti asal-susul Covid-19. Pasalnya, para ilmuwan khawatir jika penyakit tersebut kemungkinan telah menyebar di China jauh sebelum kemunculan resminya yang pertama pada pertengahan Desember 2019.

BACA JUGA:  Soal Taiwan, China: Tak ada kompromi, Biden harus batalkan praktik berbahaya

“Virus itu telah beredar luas di Wuhan pada Desember (2019), yang merupakan temuan baru,” ujar Embarek kepada CNN. Dia menambahkan, tim telah diberikan catatan 174 kasus virus corona di sekitar Wuhan pada Desember 2019 oleh para ilmuwan China.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *