Ahli gizi rekomendasikan makanan protein hewani untuk cegah anemia

  • Whatsapp
egg wrapped fried rice 1736801 1280
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Ahli gizi dari RSUI, Ayunthaya Wiharani merekomendasikan makanan yang mengandung protein hewani sebagai sumber zat besi heme dan non-heme, dipadukan makanan sumber protein nabati, utamanya saat sarapan.

Hal itu untuk mencegah kekurangan zat besi yang berujung anemia.

“Heme untuk membentuk hemoglobin, banyaknya dari protein hewani. Protein nabati tetapi sumber non-heme kecuali tempe (sumber heme). Selain membangun heme, kita harus membangun globin untuk membangun hemoglobin, yang kita butuhkan protein hewani dan nabati,” kata Ayunthaya, Selasa.

Baca juga: Menghitung porsi nutrisi balita demi cegah stunting

Anda juga bisa juga menambahkan vitamin C untuk mempercepat penyerapan zat besi misalnya dari buah jeruk, tomat atau sayur-mayur seperti brokoli dan paprika.

Contoh sarapan kaya zat besi seperti dikutip dari laman Livestrong, antara lain sereal yang diperkaya dengan stroberi dan susu almond, dua telur dadar dengan setengah paprika ditambah dan setengah cangkir tomat cincang dan segelas jus jeruk. Pilihan lainnya, oatmeal instan dengan 1/4 cangkir kismis.

Pada kesempatan berbeda, dosen Ilmu gizi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman sekaligus Wakil Ketua Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI), Teguh Jati Prasetyo mengingatkan dari sisi komposisi, sarapan sebaiknya mengombinasikan bermacam zat gizi sehingga memperhatikan keseimbangan menu. Jadi, tidak hanya mengandung sumber energi atau protein saja.

“Tetapi diupayakan dengan memperhatikan keseimbangan menu di dalamnya seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan paling tidak memenuhi sekitar 15-30 persen kebutuhan energi harian,” kata Teguh.

Merujuk naskah akademik sarapan sehat yang diinisiasi oleh PERGIZI Pangan, sarapan sebaiknya dilakukan sebelum seseorang beraktivitas yakni sebelum pukul 09.00.

Baca juga: Cara Tantri “Kotak” pastikan nutrisi keluarga tercukupi

Warga memerlukan sarapan untuk mencukupi kebutuhan energinya setelah semalaman puasa (tidur bisa juga dikatakan puasa karena tidak ada asupan minuman atau makanan apapun) untuk beraktivitas di pagi dan siang hari.

BACA JUGA:  Pengelolaan sampah yang tepat dorong perputaran ekonomi nasional

Teguh menyarankan warga tua membiasakan anak-anak sarapan sejak dini. Tantangannya memang sering kali pada waktu persiapannya, kemudian dari sisi jumlah dan jenis (beragam).

Untuk menyiasati waktu yang terbatas, Anda bisa juga menyiapkan bahan sarapan lebih awal misalnya pada malam hari. Anda misalnya bisa juga terlebih dulu memarinasi ayam atau daging terus tinggal memasaknya pada pagi hari.

Dari sisi jumlah dan jenis, apabila ingin menghidangkan telur dan nasi, setidaknya selipkan juga buah atau makanan lain. Bila menu sarapan yang bakal disajikan nasi goreng, Anda bisa juga memasukkan juga telur dan potongan sayur-mayur.

Ayunthaya menambahkan, selain dari makanan mencegah anemia juga bisa juga melalui aktivitas fisik rutin. Dia mengatakan, dua jam duduk diam menyebabkan tubuh kurang teroksigenasi dan otot melemah.

Ketimbang menerapkan perilaku sedenter atau tidak aktif, cobalah melakukan bermacam aktivitas fisik seperti menyapu lantai, naik dan turun tangga, berjalan 7.000 langkah atau selama minimal 15 menit per hari.

Anemia terjadi saat tubuh kekurangan zat besi sebagai mineral untuk pembentukan hemoglobin atau bagian dari sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen.

Saat tubuh kekurangan zat ini, tubuh tidak bakal mampu menghasilkan jumlah hemoglobin yang dibutuhkan. Lazimnya kondisi ini ditandai sejumlah gejala meliputi kelelahan, kurang konsentrasi, sakit kepala ringan, tangan dan kaki dingin hingga pika atau kelainan makan.

Baca juga: Tempe krispi, camilan lezat di akhir pekan

Baca juga: Pentingnya jaga keseimbangan nutrisi di kala pandemi

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, cukupi nutrisi biar HIV tak berkembang jadi AIDS

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *