Kiat bagi waktu antara keluarga dan pekerjaan dari Atalia Kamil

  • Whatsapp
IMG 4
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, menentukan skala prioritas dalam membagi waktu untuk beraktivitas di sela kesibukannya mengurus keluarga. Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan suaminya selalu mengingatkan sesibuk apa pun dia, prioritas yang paling utama merupakan tugasnya sebagai ibu dan istri.

“Yang lain menyesuaikan, sejauh ini semua bisa juga berjalan dengan lancar,” kata Atalia dalam diskusi daring, Selasa.

Baca juga: Atalia Kamil ajak para Istri untuk jadi benteng korupsi di keluarga

Keluarga Atalia dan Ridwan Kamil semakin ramai dengan kehadiran anggota keluarga baru, seorang bayi lelaki bernama Arka yang diadopsi pada pertengahan 2020. Atalia yang kini jadi ibu dari tiga warga anak mengatakan si bungsu sejauh ini termasuk anak yang mudah dekat dengan orang-orang sehingga pengasuhan lebih mudah di tengah pandemi.

Dia membebaskan putranya untuk bermain dan mengeksplorasi beraneka hal di tempat yang aman, tapi di sisi lain tetap mengajarkan aturan seperti duduk di kursi khusus saat di mobil dan duduk saat sedang makan.

Mengasuh anak di tengah pandemi merupakan hal yang menantang karena buah hati ikut terkungkung di dalam rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona. Wajar bila anak merasa bosan, tapi pengasuh bisa juga menyiasatinya dengan beraneka strategi, kata Atalia.

Pertama, mendekatkan anak dengan dunia literasi sejak kecil lewat mendongeng dan bermain kata-kata. Pengasuh juga bisa juga menyediakan pojok baca dan bahan bacaan berkualitas mudah-mudahan anak bisa juga menyerap ilmu lewat bacaan. Dia juga mengatakan anak sebaiknya dibiasakan menjelajahi hal baru yang bisa juga meningkatkan kreativitas mereka.

BACA JUGA:  BI gandeng DANA wujudkan ekosistem digital di obyek wisata Yogyakarta

“Ada kata kunci, bahwa anak yang kreatif tidak bakal pernah bosan. Kita harus mendorong supaya mereka mampu kreatif mudah-mudahan wawasannya terbuka.”

Dia menambahkan, teknologi yang ada di sekitar lingkungan takkan bisa juga dihindari oleh anak. Oleh karenanya, pengasuh harus bisa juga memanfaatkan mudah-mudahan sisi positifnya bisa juga dirasakan oleh anak.

Baca juga: Program Gerakan Nasi Bungkus Jabar tetap berjalan walau PSBB tuntas

Baca juga: Jabar Bergerak dirikan posko makan siang gratis di Gedung Pakuan

Baca juga: Dodol Garut daun kelor, olahan anti-stunting buatan Puskesmas Pasundan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *