Microsoft mulai program bantu buat game untuk penyandang disabilitas

  • Whatsapp
IMG 8068
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Microsoft memperluas upaya aksesibilitasnya dengan program baru untuk mengevaluasi game Xbox dan PC.

Dikutip dari The Verge, Rabu, tim aksesibilitas game mengumumkan bahwa pengembang dapat mengirim game mereka untuk dievaluasi aksesibilitasnya dan diuji oleh pemain penyandang disabilitas.

Baca juga: Xbox Game Pass tembus 18 juta pelanggan

Program ini diumumkan bersamaan dengan pembaruan pada Pedoman Aksesibilitas Xbox yang dirilis pada awal 2020.

“Pengembang sekarang mempunyai opsi untuk mengirimkan judul Xbox atau PC mereka kepada Microsoft dan menganalisa serta memvalidasi terhadap rekomendasi yang diberikan di XAG,” kata Microsoft.

Panduan Aksesibilitas Xbox mencakup penjelasan menyeluruh tentang pertimbangan desain inklusif untuk pengembang, dan sekarang diperbarui untuk menyertakan bahasa yang lebih jelas, konteks tambahan, dan contoh implementasi.

Laporan pengujian game bakal menyertakan tanggapan dari pemain penyandang disabilitas, serta tautan ke informasi tentang desain inklusif, lembaga nonprofit yang relevan, dan pakar aksesibilitas.

Masalah apa pun yang ditemukan selama pengujian bakal “dicatat dengan langkah-langkah reproduksi, tangkapan layar, dan informasi lain untuk membantu pengembang memahami aspek apa dari pengalaman tertentu yang mungkin menantang bagi gamer penyandang disabilitas tertentu,” menurut Microsoft.

Lebih banyak perusahaan telah berfokus pada aksesibilitas game dalam beberapa tahun terakhir — termasuk Microsoft dengan Xbox Adaptive Controller — akan tetapi masih sedikit game, seperti “The Last of Us Part II.”

Program seperti ini berpotensi menghasilkan lebih banyak game dengan beragam opsi aksesibilitas.

Baca juga: Microsoft resmikan konsol game Xbox Series X, pesaing PS5

Baca juga: Microsoft khawatir blokir game Fortnite rugikan bisnis

Baca juga: Game simulator penerbangan Microsoft segera lepas landas

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

BACA JUGA:  Mark Zuckberger Klaim WhatsApp Sulit Disaingi Telegram dan Signal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *