UU baru pernikahan mempersulit perceraian, pasangan di China buru-buru ajukan gugatan

  • Whatsapp
505059128p

ILUSTRASI. Pemerintah China bakal memberlakukan undang-undang (UU) baru yang dapat menjadikan proses perceraian menjadi jauh lebih sulit.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Read More

RUMAHPUTIH.COM – BEIJING. Pemerintah China bakal memberlakukan undang-undang (UU) baru yang dapat menjadikan proses perceraian menjadi jauh lebih sulit dan lebih lama. Menghindari hal tersebut, pasangan di China bergegas mengajukan gugatan cerai. 

Undang-undang baru itu disahkan pada Mei tahun terus, tetapi mau mulai berlaku tahun ini. Beleid baru mengharuskan pasangan mengambil bagian dalam periode “tenang” selama 30 hari sebelum mengajukan gugatan cerai. 

Jika salah satu pihak dari pasangan memutuskan untuk membatalkan perceraian selama periode tersebut, pihak yang dirugikan harus mengajukan cerai lagi dan kembali memasuki periode “tenang” 30 hari tambahan. 

Cheng Xiao, wakil presiden dan profesor Fakultas Hukum Universitas Tsinghua, mengatakan undang-undang itu dimaksudkan untuk mengekang perceraian “impulsif”. 

Baca Juga: 3 Negara ini suarakan kecemasan mau aksi mata-mata dan pengaruh China

“Mereka mungkin bertengkar tentang urusan keluarga dan mereka bercerai karena marah. Setelah itu, mereka mungkin mau menyesalinya. Kita perlu mencegah perceraian impulsif semacam ini,” katanya kepada surat kabar Chengdu, The Guardian melaporkan. 

Langkah ini dipandang oleh sebagian warga sebagai cara bagi China, untuk mencegah pasangan yang frustrasi mudah-mudahan tidak berpisah. 

Baca Juga: Dua hari berturut-turut Jepang pergoki kapal China di sekitar Kepulauan Senkaku

“Negeri Tirai Bambu” menempatkan “keharmonisan keluarga” di pusat budayanya. Business Insider melaporkan, pemimpin China berharap karantina mau menyebabkan ledakan bayi. Tetapi menurut para ahli, populasi negara itu malahan mengarah ke periode “pertumbuhan negatif”. 

BACA JUGA:  Myanmar memanas, demonstrasi melawan militer yang berkuasa terus berlanjut




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *