5 Pembelian Gagal Juventus, Nomor 1 Jadi Legenda Arsenal

  • Whatsapp
5 pembelian gagal juventus nomor 1 jadi legenda arsenal p6MCmFRnPu

BURSA transfer pemain tak ubahnya macam perjudian. Pemain yang dibeli atau direkrut bisa juga cocok atau tidak dengan strategi pelatih serta rekan-rekan setim. Kemungkinan untuk salah beli pemain di bursa transfer cukup tinggi.

Sebagai salah satu klub besar, Juventus tentu berharap pemain yang didatangkan tepat guna. Tetapi, tidak jarang, gelontoran uang yang sudah dikeluarkan, menjadi sia-sia. Bahkan, ada pemain yang sudah dibeli, dijual, dan malah menjadi legenda di klub lain.

Berikut ulasan mengenai pembelian gagal Juventus, yang dirangkum dari Sportskeeda, Rabu (17/2/2021).

5. Jorge Andrade

Kebutuhan mau bek tangguh memaksa Juventus mendatangkan Jorge Andrade dari Deportivo La Coruna pada awal 2007. Si Nyonya Tua berani mengeluarkan dana 10 juta Euro (setara Rp169 miliar) dengan harapan pemain asal Portugal itu bisa juga moncer.

Jorge Andrade gagal penuhi harapan

Sayangnya, Juventus seakan luput dengan riwayat cedera sang pemain. Jorge Andrade langsung dihantam cedera tempurung lutut hingga absen sepanjang musim 2007-2008. Semusim kemudian, cedera itu kambuh. Andrade akhirnya dilepas pada musim panas 2009.

4. Jorge Martinez

Musim gemilang di Catania menjadikan Juventus kepincut pada Jorge Martinez. Pemain asal Uruguay itu diboyong dengan mahar 12 juta Euro (setara Rp203 miliar) pada musim panas 2010. Lagi, cedera panjang kembali menjadi penghalang.

Ketika sembuh pada awal musim 2011, Juventus berganti pelatih ke tangan Antonio Conte. Pria asal Italia itu terang-terangan menyebut tidak membutuhkan jasa Jorge Martinez. Setelah berkelana ke sana ke mari, Martinez akhirnya bergabung dengan Novara pada 2016.

3. Carvalho Amauri

Banderol 22,8 juta Euro (setara Rp386 miliar) berani ditebus Juventus untuk jasa Carvalho Amauri pada 2008. Debutnya juga cukup bagus. Pemain berdarah Brasil itu mengukir 14 gol dalam 44 penampilan. Sayangnya, setelah itu penampilan Amauri menurun drastis.

BACA JUGA:  Kenakan Dress Merah, Intip Foto-Foto Seksi Georgina Rodriguez di Penganugerahan Globe Soccer Awards 2020

Sempat dipinjamkan selama semusim pada 2010-2011, Carvalho Amauri benar-benar pergi ketika Antonio Conte menukangi Juventus. Harga jualnya ke Fiorentina pun tidak sampai 10% dari nominal yang dikeluarkan Juventus kepada Palermo.

Carvalho Amauri gagal penuhi ekspektasi (Foto: FIFA)

2. Felipe Melo

Penampilan gemilang bersama dengan Tim Nasional (Timnas) Brasil pada Piala Konfederasi 2009 menjadikan Juventus yakin memboyong Felipe Melo. Klausul pelepasan senilai 25 juta Euro (setara Rp423 miliar) ditebus ditambah dengan melepas Marco Marchionni ke Fiorentina.

Sayangnya, penampilan Felipe Melo rata-rata air kalau tidak mau dibilang musibah. Ia bahkan mendapat gelar satir Tapir Emas 2009. Tentu saja, kedatangan Antonio Conte pada musim panas 2011 menjadi penutup kariernya di Juventus. Ia dilego ke Galatasaray.

1. Thierry Henry

Tidak ada penyesalan terbesar Juventus selain Thierry Henry. Ia dibajak dari Monaco pada 1999 dengan mahar 10,5 juta Euro (setara Rp178 miliar). Henry hadir dengan reputasi mentereng. Salah satunya ialah juara Piala Dunia 1998 bersama dengan Tim Nasional (Timnas) Prancis dengan ukiran tiga gol.

Thierry Henry gagal di Juventus

Tetapi, kesalahan penempatan posisi, menjadikan performa Thierry Henry angin-anginan. Gagal membuktikan diri kepada Carlo Ancelotti, Henry akhirnya rela menyingkir ke Inggris. Ia menerima pinangan Arsenal.

Ternyata, keputusan Arsene Wenger menaruh Thierry Henry di posisi striker, berbuah manis. Ia melegenda bersama dengan Arsenal dan dinobatkan sebagai salah satu striker terbaik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *