Syarat Menjadi Pelatih Sepakbola

  • Whatsapp
syarat menjadi pelatih sepakbola tHKfQYdhbT

SYARAT menjadi pelatih sepakbola harus diketahui bagi Anda yang ingin menjadi juru taktik. Terus, bagaimana cara untuk menjadi pelatih sepakbola? Patut diingat, Anda apat juga menjadi pelatih meski tidak pernah bermain profesional.

Prosedur kursus kepelatihan di setiap negara mengikuti aturan konfederasi sepakbola benua masing-masing. Indonesia mengacu pada prosedur Federasi Sepakbola Asia (AFC) untuk memperoleh lisensi kepelatihan. Ada empat lisensi kepelatihan menurut AFC, yaitu Grassroots (lisensi D Nasional), C AFC, B AFC, A AFC, dan AFC Pro.

Indra Sjafri (Foto: PSSI)

Lisensi kepelatihan tertinggi saat ini merupakan AFC Pro. Setiap warga, yang ingin mempunyai lisensi AFC Pro, harus mempunyai lisensi lebih rendah, mulai dari lisensi D Nasional hingga A AFC.

Tahapan pertama yang harus dilalui, merupakan mendapatkkan lisensi D Nasional. Sesuai namanya, lisensi D Nasional apat juga didapatkan jika seseorang mengikuti kursus yang diadakan oleh federasi sepakbola masing-masing.

BACA JUGA: Persiapan Terhambat Covid-19, Tim Futsal Papua Tetap Incar Emas di PON 2021

PSSI menyelenggarakan kursus kepelatihan lisensi D Nasional melalui Asprov (Asosiasi Sepakbola Tingkat Provinsi) atau Askot (Asosiasi Sepakbola Tingkat Kota). Ada persyaratan yang wajib dilengkapi oleh setiap peserta kursus.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Selalu Ingin Jadi yang Terbaik

Setiap peserta harus memperoleh surat rekomendasi dari SSB (Sekolah Sepakbola) yang terdaftar di Asprov atau Askot. Setelah mengikuti kursus dan lulus, lisensi D Nasional apat juga dimiliki dan Anda apat juga melatih SSB. Selanjutnya, Anda apat juga mengikuti kursus kepelatihan C AFC asal melengkapi beberapa syarat, yaitu mantan pemain tim nasional atau lisensi D Nasional, aktif melatih di level grassroots (SSB) selama minimal enam bulan.

Jika lulus kursus, Anda mau memperoleh lisensi C AFC. Anda apat juga menjadi pelatih kepala klub Liga 3, pelatih kepala Elite Pro Academy (U-18 dan U-16), pelatih kepala klub Liga 1 putri, dan asisten pelatih kepala klub Liga 2 dengan lisensi C AFC.

BACA JUGA:  7 Tahun Tak Makan Nasi, Intip Foto-Foto Maria Vania Pamer Perut Mulus

Setelah minimal dua tahun melatih dengan lisensi C AFC, Anda apat juga mengikuti kursus kepelatihan B AFC. Jika lulus dari kursus ini, Anda berpeluang menjadi pelatih kepala klub Liga 2, asisten pelatih kepala klub Liga 1, dan pelatih kepala di Elite Pro Academy U-20.

Shin Tae-yong (Foto: PSSI)

Kemudian, Anda apat juga mengikuti kursus kepelatihan A AFC setelah memiliki pengalaman melatih minimal setahun sejak mempunyai lisensi B AFC. Ujian Anda hadapi mau lebih sulit ketimbang sebelumnya, tetapi ada peluang lebih besar menanti Anda jika lulus. Anda apat juga menjadi asisten pelatih kepala klub Liga 1, pelatih kepala klub Liga 1, pelatih tim nasional usia muda (U-16, U-19, U-23), tim nasional perempuan, dan asisten pelatih kepala tim nasional senior.

Apabila Anda ingin mengambil kursus kepelatihan AFC Pro, Anda harus melatih dengan lisensi AFC A selama minimal lima tahun. Setelah lulus, Anda apat juga menjadi pelatih kepala tim nasional senior dan pelatih kepala klub di kompetisi tertinggi kontinental, seperti Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Setelah mempunyai lisensi C AFC, B AFC, dan A AFC, ada kursus lagi yang apat juga diambil. Anda apat juga mengikuti kursus spesialisasi untuk menjadi pelatih fisik atau pelatih kiper. Baik pelatih fisik maupun pelatih kiper, mempunyai tingkatan masing-masing.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *