Genjot ekspor, pemerintah dan pengusaha resmikan program 500K eksportir baru

  • Whatsapp
1884073531p

ILUSTRASI. Suasana aktivitas bongkar muat di Pelabuhan. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/Lmo/rwa.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo .

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Pemerintah bersama dengan dengan sederet pengusaha telah meresmikan Program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030, Rabu (17/2). Program ini dilakukan sebagai bentuk keterpanggilan dunia usaha bersama dengan pemerintah untuk mendorong pelaku usaha berskala kecil dan menengah (UKM) biar berkontribusi nyata pada ekspor Indonesia.  

Program yang bernamakan 500K Eksportir Baru itu, diresmikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki secara luring di SMESCO. Acara itu diawali dengan penandatangan Nota Kesepahaman Kolaborasi oleh Benny Soetrisno Ketum GPEI, Adhi Lukman Ketum GAPMMI, Roy Mandey Ketum APRINDO yang diwakili Rudy Sumampouw, Bima Laga Ketum idEA, Alphonzus Widjaja Ketum APPBI dan Handito Joewono Kepala Sekolah Ekspor.

Handito mengatakan, di masa depan, perlu dilakukan upaya-upaya terencana dan sistematis untuk menciptakan eksportir baru.  Dengan keterbukaan perekonomian sebagai implementasi beraneka kesepakatan perdagangan bebas menjadikan pasar Indonesia terkoneksi nyaris sempurna dengan pasar global dan membuka peluang lebih besar bagi ekspor Indonesia termasuk produk UKM.

Oleh karenanya, dalam rangka menyiapkan pelaku usaha berskala kecil dan menengah memasuki persaingan global, GPEI dan Sekolah Ekspor melalui Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif berinisiatif mengajak pelaku usaha yang tergabung dalam beberapa asosiasi usah  dan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, bersepakat meluncurkan Program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030, disingkat 500K Eksportir Baru.

BACA JUGA:  Kata pemerintah terkait rasio gini yang naik pada September 2020

Baca Juga: Kadin akui kontribusi UMKM pada ekspor masih rendah

Adapun, program 500K Eksportir Baru diadakan untuk memfasilitasi lahirnya 500.000 eksportir baru di tahun 2030 biar berhasil on-boarding di marketplace internasional, masuk ke jaringan peritel dan pusat perbelanjaan nasional dan internasional, serta melakukan ekspor secara berkelanjutan.

“Program ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan secara daring dan luring. Dalam tiga tahun pertama sampai akhir 2023 diharapkan setidaknya tercetak 100.000 eksportir baru yang mampu melakukan ekspor secara luring dan daring,” kata kata Handito dalam keterangan resminya, Rabu (17/2).

Pada hari ini juga diresmikan  Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif yang merupakan kerjasama antara Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Yayasan Sekolah Ekspor Nasional yang mengelola SEKOLAH EKSPOR.  Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan pelatihan ekspor berjenjang dan bersertifikasi dar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang sudah memenuhi persyaratan. 

Handito menyampaikan tersedia tiga jenjang Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif yaitu level pengenalan ekspor, level ekspor dasar, dan level ekspor lanjutan. 

“Melalui Program Kolaborasi 500K Eksportir Baru, dilakukan beraneka langkah strategis dan praktis untuk menyiapkan usaha berskala kecil dan menengah biar mampu ekspor melalui pengembangan produk berkualitas ekspor, menjadi pedagang ekspor dan kegiatan-kegiatan lain untuk mendukung ekspor dengan mengoptimalkan akses pasar online, ritel dan pusat perbelanjaan di dalam dan luar negeri sejalan dengan program UKM Go Ritel Go Digital Go Global,” ujar Handito.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.

BACA JUGA:  Kadin sebut kalangan pengusaha antusias ikuti program vaksinasi gotong royong



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *