Deteksi strain baru corona, India wajibkan tes bagi pelancong dari Inggris dan Brasil

  • Whatsapp
1850950998p

ILUSTRASI. Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan uji usap pada seorang kaum hawa di Mumbai, India. REUTERS/Francis Mascarenhas

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – NEW DELHI. India bakal mewajibkan tes molekuler Covid-19 bagi orang-orang yang datang langsung atau tidak langsung dari Inggris, Afrika Selatan dan Brasil dalam upaya menahan penyebaran varian baru virus corona yang lebih menular, yang ditemukan di negara-negara tersebut.

Mengutip Reuters, Kamis (18/2), India telah melaporkan jumlah tertinggi Covid-19 secara global, setelah Amerika Serikat, mendeteksi varian Afrika Selatan pada empat warga pada bulan terus dan satu warga dari Brasil dalam sebulan ini.

Pemerintah mengatakan strain Afrika Selatan dan Brasil dapat lebih mudah menginfeksi paru-paru seseorang daripada mutasi Inggris. India sejauh ini melaporkan 187 kasus infeksi dengan varian Inggris.

Pemerintah pada Rabu malam mengatakan maskapai penerbangan mulai pekan depan bakal diminta untuk memisahkan pelancong yang masuk dari negara-negara tersebut. 

India tidak mempunyai penerbangan langsung dengan Brasil dan Afrika Selatan, dan kebanyakan warga yang bepergian dari negara-negara ini kebanyakan transit melalui bandara Timur Tengah.

Baca Juga: Menkes Singapura: Melarang pengunjung dari RI dan India berisiko terhadap ekonomi

“Semua pelancong yang tiba dari atau transit melalui penerbangan yang berasal dari Inggris, Eropa atau Timur Tengah wajib menjalani tes molekuler konfirmasi bayar sendiri pada saat kedatangan,” kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:  ByteDance sedang dalam pembicaraan untuk menjual aset TikTok di India

Semua penumpang pesawat juga harus membawa laporan negatif Covid-19 baru-baru ini sebelum naik ke penerbangan apa pun ke India, kecuali dalam keadaan luar biasa seperti kematian dalam satu keluarga.

India sejauh ini melaporkan sekitar 11 juta kasus virus corona dan lebih dari 155.000 kematian. Kasus telah menurun tajam sejak puncak pertengahan September hampir 100.000 per hari.

Sebuah survei serologi pemerintah yang dirilis bulan ini, mengatakan hampir 300 juta dari 1,35 miliar warga India mungkin telah terinfeksi oleh virus tersebut.

Negara ini juga telah memberikan 9,2 juta dosis vaksin sejak memulai kampanyenya pada 16 Januari.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *