Waspada anemia pada anak, pastikan asupan gizi terpenuhi

  • Whatsapp
WhatsApp Image 2021 02 18 at 14.09.22
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Dokter Spesialis Gizi Klinis Luciana B. Sutanto mengingatkan orangtua untuk memperhatikan asupan nutrisi anak biar tidak kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia.

“Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa juga jadi permanen,” kata Luciana dalam diskusi virtual, Kamis.

Baca juga: Menghitung porsi nutrisi balita demi cegah stunting

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia, salah satunya disebabkan kekurangan gizi.

President of Indonesian Nutrition Association (INA) itu menjelaskan, hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu. Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi.

Dia menjelaskan isi makanan yang ideal dalam piring makan anak, yakni 35 persen lauk pauk seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, tempe dan tahu, kemudian 35 persen makanan pokok seperti nasi, kentang, singkong, atau jagung dan sisanya sayur dan buah-buahan.

Defisiensi zat besi pada balita dapat menyebabkan anemia. Risiko jangka pendeknya meliputi perkembangan otak yang terhambat, risiko diare meningkat, perkembangan motorik dan koordinasi terganggu juga gangguan pola tidur.

Baca juga: Hadapi anak yang pilih-pilih makanan, begini kiat Alyssa Soebandono

Jika ini berlangsung lama, imunitas anak bisa juga menurun, begitu juga kemampuan kognitif dan performa edukasi dan kapasitas kerja. Aktivitas anak pun jadi terbatas.

Kebutuhan zat besi disesuaikan dengan usia seseorang dan umumnya semakin bertambah seiring pertambahan usia. Bayi hingga usia 6 bulan membutuhkan sekitar 0,27 miligram, usia 7-12 bulan kebutuhannya menjadi 11 miligram.

BACA JUGA:  Satgas COVID-19 sebut hirup uap air cegah COVID-19? Cek faktanya!

Terus, anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi, usia 4-8 tahun kebutuhannya menjadi 10 miligram, dan saat usianya mencapai 9-13 tahun asupannya menjadi 8 miligram per hari.

Seseorang yang kekurangan zat besi sering merasa lelah, lemah, terlihat pucat, gelisah, mudah memar, tangan atau kaki menjadi dingin dan mempunyai kuku rapuh dalam beberapa kasus.

Kondisi lain yang bisa juga terjadi saat seseorang kekurangan zat besi, anemia defisiensi besi. Kondisi ini bisa juga dialami bayi, kaum hawa hamil dan remaja. Anak yang kekurangan zat besi tidak bertambah gemuk, sering sakit, pucat dan terlihat lelah.

Ketika tubuh tidak mempunyai cukup zat besi, mak pembentukan sel darah merah baru bakal terhambat.

Baca juga: Alasan pentingnya jaga nutrisi anak di lima tahun pertama

Baca juga: Waktu yang terbaik untuk anak berjemur

Baca juga: Panduan gaya hidup sehat dan aktif untuk anak muda

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *