Serangan siber meningkat, Siberkreasi ajak UMKM perhatikan keamanan

  • Whatsapp
S00418 100738 001
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengajak para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah terjun ke ranah online untuk lebih memperhatikan keamanan, di tengah upaya serangan siber yang meningkat selama pandemi COVID-19.

Ketua Siberkreasi​, Yosi Mokalu, mengatakan tantangan keamanan yang paling besar dihadapi UMKM ada pada sikap acuh dan tidak peduli, juga proses migrasi ke online yang cukup cepat sehingga tidak dibekali cukup pengetahuan di ranah digital.

Baca juga: Yosi “Project Pop” buka suara soal tudingan jadi ketua “influencer”

“Keamanan menjadi prioritas. Ini penting karena mau dapat mengganggu keyakinan. Akan tetapi, banyak yang menganggap ini remeh. Alasan lainnya, pemilik UMKM memiliki latar pengetahuan yang berbeda, sebaiknya UMKM mencari bimbingan sumber terpercaya supaya aman,” ujar Yosi dalam webinar #AmanBersamaGojek, Kamis.

Mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Yosi mengatakan upaya serangan siber meningkat empat kali lipat sepanjang 2020, dengan angka hampir 190 juta upaya serangan siber di Indonesia. Sementara pada 2019 tercatat hanya 39 juta upaya serangan siber.

Kecenderungan peningkatan upaya serangan siber telah ada sejak awal pandemi dengan puncaknya pada Agustus 2020 menyentuh angka 63 juta upaya serangan siber, jauh meningkat jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019 yang hanya 5 juta upaya serangan siber.

Baca juga: Siberkreasi raih penghargaan WSIS Prizes 2020

“Hal ini dipengaruhi oleh perubahan pola hidup masyarakat di masa pandemi, work from home, study from home, dan itu menyebabkan pemakaian internet, transaksi online semakin banyak,” kata Yosi.

Keamanan siber menjadi penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan roadmap atau visi pemerintah, di mana bangsa Indonesia sedang menuju Digital Nation. Terdapat tiga komponen besar di dalamnya, yaitu pemerintahan digital, masyarakat digital dan ekonomi digital.

BACA JUGA:  Cuitan pertama di dunia dilelang

Lebih lanjut, Yosi mengatakan pada umumnya serangan siber mensasar kegiatan transaksional, yang di dalamnya termasuk UMKM. Untuk itu, Siberkreasi melakukan kolaborasi bersama dengan mitra, salah satunya dengan Gojek untuk melakukan literasi digital.

“Melalui literasi digital kita juga ingin meningkatkan kompetensi keamanan digital untuk UMKM,” ujar Yosi.

Head of Merchant Platform Business Gojek​, Novi Tandjung, mengatakan keamanan menjadi komitmen Gojek karena sangat erat hubungannya dengan kelancaran usaha para mitra.

Novi mengatakan Gojek juga telah bekerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), DPR, LSM dan tokoh publik, untuk melakukan edukasi keamanan siber kepada para mitra.

“Pada 2021 kami mau gencarkan lebih lagi melalui kegiatan edukasi di beraneka channel yang kita memiliki dengan memanfaatkan semua komunitas yang kami memiliki,” ujar Novi.

Baca juga: Yosi Project Pop: Banyak follower, tanggung jawab kian besar

Baca juga: Yosi: kreativitas seni sulit berkembang karena pikiran porno

Baca juga: #KonserGue2 mau jadi konser pertama Project Pop berbau politik (video)

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *