NATO bakal tinjau kembali kondisi keamanan Afghanistan sebelum menarik pasukan

  • Whatsapp
326160924p

ILUSTRASI. Pasukan keamanan Afganistan tiba di dekat lokasi serangan di halaman penjara di Jalalabad, Afghanistan, Senin (3/8/2020). REUTERS/Parwiz

Sumber: Euronews | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Read More

RUMAHPUTIH.COM – BRUSSELS. Para menteri pertahanan negara anggota NATO bertemu untuk membahas kondisi keamanan Afghanistan, sebelum menarik seluruh pasukan mereka dari sana. 

Melalui kesepakatan damai antara Pemerintahan Donald Trump dan Taliban tahun terus, harapannya NATO dapat menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan pada 1 Mei 2021.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg awal pekan ini menegaskan, Aliansi tidak bakal menarik seluruh pasukannya sebelum tenggat waktu 1 Mei 2021.

“Tujuan kami bersama dengan jelas, Afghanistan tidak boleh lagi menjadi surga bagi teroris untuk menyerang negara kita. Kehadiran kami berdasarkan kondisi yang ada di sana, kami tidak bakal pergi sebelum waktunya tepat,” ungkap Stoltenberg seperti dikutip dari Euronews.

Saat ini, Stoltenberg meminta semua menteri pertahanan negara anggota NATO untuk terus meninjau situasi di lapangan sampai tiba waktunya untuk menarik pasukan.

Baca Juga: AS: Anggaran pertahanan sangat penting untuk pastikan NATO memiliki pasukan hadapi Rusia

Nasib pasukan NATO di Afghanistan juga masih bergantung pada kebijakan Presiden AS Joe Biden yang belakangan memperlihatkan niat untuk menunda penarikan hingga enam bulan.

Pada Januari terus, pejabat NATO mengatakan, Aliansi mungkin bakal membiarkan pasukannya lebih lama dari ketentuan, meskipun Taliban meminta penarikan penuh.

Masalah tersebut kemungkinan bakal menjadi topik utama dalam KTT NATO virtual yang berlangsung pada hari Rabu (17/2) dan Kamis (18/2).

BACA JUGA:  Jelang Grand Slam Australia Terbuka, Australia laporkan nol kasus Covid-19

Dalam pertemuan puncak ini, NATO juga bakal membahas kelanjutan misi mereka di Irak, inisiatif baru tahun 2030, dan tinjauan berkelanjutan tentang kemajuan menuju pembagian beban yang lebih adil antara anggota.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *