Perdana menteri Georgia mengundurkan diri, oposisi menyerukan Pemilu lebih awal

  • Whatsapp
2019329529p

ILUSTRASI. Bendera Georgia

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

Read More

RUMAHPUTIH.COM – MOSKOW. Perdana Menteri Georgia Giorgi Gakharia mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis, sebuah langkah yang memicu perayaan dari oposisi dan seruan untuk pemilihan lebih awal.

Gakharia, yang menjabat sejak 2019, mengatakan dia mundur karena ketidaksepakatan dengan timnya sendiri atas penahanan Nika Melia, seorang politisi oposisi terkemuka. “Saya telah menjadikan keputusan untuk meninggalkan jabatan saya,” kata Gakharia, menurut outlet berita Sputnik Georgia. 

“Tentu saja, saya yakin dan ingin meyakini bahwa langkah ini bakal berkontribusi dalam menurunkan tingkat polarisasi di negara kita,” tambahnya.

Gakharia mengatakan penahanan Melia tidak dapat diterima “jika itu menimbulkan risiko bagi kesehatan dan kehidupan warga kita atau menciptakan kemungkinan eskalasi politik,” lapor kantor berita TASS.

Baca Juga: Kabar baik, vaksin Covid-19 di Amerika Serikat memberi dampak positif

Pengadilan di ibu kota Tbilisi pada Rabu memerintahkan biar Melia, ketua partai oposisi Gerakan Nasional Bersatu (UNM), ditahan karena tuduhan gagal membayar jaminan. Melia dituduh menghasut kekerasan pada protes jalanan pada Juni 2019, tuduhan yang dia anggap bermotif politik.

Setelah pengunduran diri Gakharia pada hari Kamis, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penundaan pelaksanaan perintah untuk menahan Melia. Kerumunan berkumpul di luar kantor partainya dan melambaikan bendera Georgia sebagai perayaan, menurut Sputnik Georgia.

Di dalam markas UNM, Melia menyerukan pemilihan dini. “Atas nama semua partai oposisi, saya menyatakan: mari duduk di meja perundingan dengan perwakilan pemerintah ini dan mulai negosiasi pemilihan awal yang baru,” kata Melia.

BACA JUGA:  Ini alasan Goldman Sachs kerek target harga Brent ke US$ 70 per barel di kuartal II

Georgian Dream, partai yang berkuasa di negara itu, memenangkan pemilihan parlemen pada Oktober tahun terus, tetapi oposisi mengatakan pemungutan suara itu dicurangi dan dirusak dengan pelanggaran. Melia mengatakan pada saat itu pihaknya tidak mengakui hasilnya dan menyerukan pencalonan kembali.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *