Di Negara Ini, Paksa Pelanggan Beli Motor Kredit Dapat Kena Hukuman, lho!

  • Whatsapp
31439 ilustrasi motor ngebut

RUMAHPUTIH.COM – Sejatinya, kehadiran jalur pembelian via kredit tergolong cukup memudahkan warga yang butuh kendaraan akan tetapi tak memiliki uang kontan dalam jumlah tertentu.

Tetapi adanya fasilitas tersebut rupanya dapat memicu eksploitasi pada calon pelanggan, mengingat besarnya selisih harga dibandingkan dengan beli motor secara kontan.

Read More

Seperti yang terjadi di negeri tetangga, Filipina. Dilansir dari Rideapart, Kamis (18/2/2021), pemerintah negara tersebut sampai harus turun tangan untuk mencegah hal ini terjadi.

Dealer yang menjual sepeda hanya melalui jalur kredit bakal segera menghadapi denda yang besar.

Baca Juga:
Launching Serentak: New Honda CR-V, New Odyssey, Brio RS Urbanite

Hasil laporan menyebutkan bahwa ada beberapa dealer sepeda motor di seluruh negeri yang bersalah kecurangan tersebut.

Mereka memaksa pelanggan untuk memanfaatkan paket pembiayaan yang umumnya datang dengan tingkat bunga yang sangat tinggi tidak kurang dari lima persen per bulan.

35278 ilustrasi kredit motor shutterstock

Selain itu, bukti video pemilik sepeda motor yang telah yang kendaraanya disita karena tidak melakukan pembayaran bulanan, disajikan dalam persidangan pemerintah sebelum keluarnya aturan ini.

Komite senat yang bertugas untuk mengawasi praktik curang ini menegaskan bahwa tindakan penyitaan sepeda motor hanya karena pembayaran yang terlewat ialah tidak etis.

Mereka menyatakan bahwa dealer motor harus terlebih dahulu menghubungi pemilik sepeda motor untuk membahas cara lain untuk menyelesaikan masalah pembayaran motor, alih-alih langsung menyitanya.

Baca Juga:
Heboh! Emak-Emak Jaman Now, Bawa Motor Masuk Tol Jagorawi

Selain itu, Senator Richard Gordon, ketua komite senat, menyoroti kekhawatiran tentang dealer yang memaksa pelanggan untuk menandatangani surat perjanjian, yang kemudian memberikan otoritas kepada dealer untuk mengambil kembali sepeda tanpa pertanyaan.

Sidang komite senat juga mendorong kenaikan besar denda bagi dealer sepeda motor yang melakukan malpraktik tersebut.

Sebagai referensi, denda saat ini untuk praktik penjualan sepeda motor yang tidak adil berkisar antara 500 hingga 10,000 peso Filipina (sekitar Rp 140 ribu hingga Rp 2,8 juta).

BACA JUGA:  Intip Garasi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang Tertangkap KPK, Cuma Ini!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *