Pengelolaan sampah yang tepat dorong perputaran ekonomi nasional

  • Whatsapp
trash 3487009 960 720
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Ujang Solihin Sidik, mengatakan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat menjadi penggerak roda perekonomian Indonesia di masa pandemi.

“Di tahun 2021 ini kami ingin pengelolaan sampah menjadi pendorong ekonomi. Data BPS 2020 memperlihatkan bahwa sektor pengelolaan sampah tumbuh positif saat pandemi, berbeda dengan sektor-sektor utama yang terpukul,” kata Ujang dalam jumpa media daring, Kamis.

Baca juga: LIPI jelaskan metode daur ulang masker untuk tangani buangan medis

“Ini ialah momentum penting selama pandemi, kalau ternyata sektor ini saatnya jadi penggerak roda ekonomi nasional dan lebih cepat akselerasinya,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Ujang mengatakan bahwa pemerintah melalui kementeriannya sudah mengeluarkan beraneka instrumen kebijakan, dan berfokus pada kampanye, edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik, serta memilah sampah sesuai kategorinya (organik/nonorganik) supaya lebih mudah untuk didaur ulang.

Ujang tak menampik bahwa isu sampah masih menjadi tantangan yang besar di Indonesia. Ia menyebutkan, dalam satu tahun, Indonesia mempunyai sekitar 67,8 juta ton sampah dan mau terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Salah satu pendekatan yang harus dikembangkan supaya pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pendekatan circular economy (ekonomi melingkar). Pendekatan ini tidak bisa juga dilakukan sendiri, akan tetapi beraneka pihak harus terlibat; termasuk produsen, pemerintah, dan masyarakat.

Baca juga: Mensos dukung seni daur ulang kertas untuk usaha disabilitas

“Yang bisa juga dilakukan masyarakat ialah memilah sampah mereka. Ketika kita berbicara soal kompos, soal zero-waste, semua berawal dari pemilahan. Terutama untuk daur ulang, pemilahannya harus lebih baik,” kata Ujang.

BACA JUGA:  Cara jaga kebersihan tangan tanpa korbankan kelembapan kulit

Kementerian LHK sebelumnya menargetkan kapasitas pengolahan sampah pada 2025 mencapai 100 persen. Ditetapkan pula target masyarakat memilah sampah mencapai 50 persen untuk semua jenis sampah plastik.

Ujang melanjutkan, pemerintah juga tengah membikin peta jalan (roadmap) yang merupakan kerja sama dari beraneka kementerian untuk secara bertahap mendorong pengelolaan sampah supaya bisa juga mendorong perekonomian.

“Pemerintah sedang memperbaiki kekurangannya terutama di konteks pengumpulan dan pemilahan sampah supaya daya serap semakin tinggi,” kata Ujang.

“Ke depan, kami udah susun (roadmap) bersama dengan Kementeria Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, untuk pemenuhan bahan baku dalam negeri. Ini untuk membantu serapan (barang) daur ulang dan pemenuhan bahan bakunya 100 persen dalam negeri supaya tidak impor,” pungkasnya.

Baca juga: All-new Rogue mobil pertama Nissan pakai alumunium daur ulang

Baca juga: LIPI: Rekristalisasi bisa juga jadi solusi daur ulang sampah medis

Baca juga: Jalan keluar bagi klisenya persoalan sampah

 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *