Pemerintah pinjam dana ke AIIB hingga US$ 310 juta, ini kegunaannya

  • Whatsapp
1367014161p

ILUSTRASI. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman. ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru/hp/2018

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo .

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Sebagai upaya peningkatan akses listrik bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Bali, pemerintah yang diwakili Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman bersama dengan perwakilan PT PLN, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB) melakukan penandatanganan beberapa perjanjian pada Rabu, 10 Februari 2021 terus.

Penandatanganan secara virtual dilaksanakan dalam rangka pemberian Jaminan Pemerintah atas Pinjaman Langsung PT PLN (Persero) dari AIIB senilai US$ 310 Juta dengan tenor 20 tahun. Perjanjian tersebut meliputi:

1. Perjanjian Pelaksanaan Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero).
2. Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) antara PT PLN (Persero) dan AIIB, dan
3. Perjanjian Jaminan (Guarantee Agreement) antara Kementerian Keuangan, PT PII (Persero) dan AIIB.

Baca Juga: PLN peroleh fasilitas pembiayaan senilai US$ 310 juta dari AIIB

Luky menyampaikan, pinjaman langsung yang diberikan AIIB kepada PT PLN ini diperuntukkan untuk pengembangan jaringan distribusi di wilayah Jawa Timur dan Bali. Sehingga diharapkan mau meningkatkan akses dan kualitas dari layanan penyediaan listrik oleh PT PLN kepada masyarakat. Dalam hal ini pemerintah bersama dengan PT PII memberikan dukungan kepada PT PLN dalam bentuk Jaminan Pemerintah atas pembiayaan dari AIIB.

Dia menerangkan keterlibatan PT PII dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi ring fencing APBN terhadap sudden shock dari klaim penjaminan dan menjadi mitigasi atas keterbatasan APBN untuk pengalokasian dana kewajiban penjaminan.

BACA JUGA:  Apat juga hilangkan suara video, WhatsApp rilis fitur mute video untuk versi beta

“Pemerintah mengikutsertakan peran PT PII sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk dapat melakukan penjaminan bersama dengan Pemerintah, dimana PT PII menanggung porsi penjaminan dengan skema first loss basis sebesar USD62 juta.  Selain itu, keikutsertaan PT PII diharapkan juga mau memperkuat pengelolaan risiko proyek,” kata Luky dalam keterangan resminya yang dihimpun Kontan.co.id, Kamis (18/2).

Sebagai info, selain dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Direktur Utama PT PII (Persero), Vice President, Investment Operations (Region 1) AIIB, Acting Director General Investment Operations (Region 1) AIIB, dan Ambassador of the Republic of Indonesia to the People’s Republic of China and Mongolia.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang apat juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *